PEPO.id - Kisah tragis dan mengerikan ini terjadi sekitar empat tahun lalu.
Saat itu, kondisi keluarga Mas Yongki dan saya sangat miskin.
Alasannya adalah Ma Yongji tidak mendapatkan pekerjaan di desa tempat kami tinggal. Untuk mengatasi masalah ini, Mas Yongki pun berencana merantau ke kota-kota besar.
"Kalau cuma nyari kerja di desa, susah dik, enggak bakal bisa," kata Mas Yongki.
"Iya mas, aku tahu. Kalau kamu memang mau pergi ke kota, aku akan tetap mendukungmu," jawabku.
Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Buldak, Hidangan Ayam Pedas khas Korea yang Nikmatnya Kebangetan
Mencari pekerjaan di kota adalah solusi terbaik untuk masalah keuangan keluarga kami.
Kesempatan kerja di kota juga lebih banyak daripada di pedesaan.
Memang sangat sulit mencari pekerjaan di pedesaan, apalagi di desa terpencil seperti yang kita tinggali sekarang.
Hari keberangkatan Ma Yongji pun tiba, dan aku menyiapkan barang-barangnya.
Baca Juga: Inspirasi OOTD Celana Kulot Jeans, Dijamin Bikin Nyaman untuk Dipakai Sehari-hari
"Mas berangkat dulu dik. Setiap sebulan sekali, mas akan pulang," kata Mas Yongki.
"Iya mas, kamu yang semangat, jangan lupa makan, kabari aku terus," jawabku.
Mas Yongki pun berangkat menuju kota besar, dia akan bertemu seorang teman lamanya yang juga bekerja di sana. Singkat cerita, hari pun berlalu tanpa Mas Yongki di sisiku.
Perasaan rindu muncul hampir setiap malam, pelukan hangatnya, ciuman mesranya membuatku rindu.
Suatu malam, sekitar jam 12, aku terbangun karena mendengar suara ketukan pintu rumah.
Baca Juga: Pinkan Mambo Ogah Ceraikan Suami Meski Michelle Ashley Jadi Korban Pelecehan oleh Ayah Tiri
Awalnya aku berpikir itu hanya ulah orang iseng saja, tapi ternyata ketukan itu tak berhenti. Aku pun memberanikan diri untuk membuka pintu dan ternyata, sosok yang mengetuk itu ialah Mas Yongki.
"Loh mas, kok sudah pulang? Kan, baru setengah bulan? tanyaku.
"Iya, mas kangen," jawabnya singkat.
Saat masuk ke dalam rumah, aku sangat kaget karena Mas Yongki langsung mengajak ke dalam kamar.
Dia langsung melepaskan semua bajunya dan memintaku untuk melakukan hal yang sama.
Baca Juga: 11 OOTD Rok Korea, Bikin Tampilan Makin Terlihat Stylish Seperti Idol Kpop
Mas Yongki sangat bergairah sekali, tak seperti biasanya, kali ini dia sangat hebat.
Bahkan, sudah hampir satu jam kami begituan, Mas Yongki belum juga puas.
Anehnya lagi, entah hanya perasaanku saja atau karena sudah lama nggak merasakan, aku merasakan ukuran punya Mas Yongki makin besar.
Namun, karena kelelahan, aku hanya bisa menikmati permainan Mas Yongki.
Sungguh, selama menikah, Mas Yongki tak pernah segila ini melakukan kegiatan ranjang bersamaku.
Sebelum matahari terbit, Mas Yongki tiba-tiba pergi ke luar.
Saat aku tanya, dia hanya menjawab singkat dan langsung pergi.
"Aku harus kembali, sebelum ketinggalan kendaraan," jelasnya.
Aku masih merasa heran, Mas Yongki rela menempuh 7 jam perjalanan hanya untuk meminta jatah kepadaku.
Namun, aku tak terlalu memikirkannya, toh, sudah menjadi tugasku untuk melayaninya.
Hari pun berjalan seperti biasanya dan tak terasa, sudah satu bulan terlewatkan. Artinya, Mas Yongki akan pulang ke rumah malam ini.
Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Kantong Mata yang Bisa Anda Coba, Pastikan Tidur Cukup
"Assalamualaikum, mas pulang dik," teriak Mas Yongki di depan pintu.
"Waalaikumsalam mas," kataku sembari mencium tangan Mas Yongki.
Kami berdua pun masuk dan duduk di sofa depan televisi.
Dengan secangkir kopi, Mas Yongki bercerita banyak tentang pekerjaannya di kota.
"Wah, seru dong mas? Terus, kemarin mas ke kota, subuh-subuh itu naik apa?" kataku.
"Ha? Mas, kan, naik bus siang dik, kamu yang nganter, kan," jawabnya.
"Mas bercanda, dua minggu yang lalu, kan mas pulang ke rumah," kataku.
"Nggak dik, baru kali ini mas pulang ke rumah," timpalnya.
Baca Juga: 7 OOTD Rok Non Hijab, Kombinasikan Outfit Serba Polos Dengan Flat Shoes atau Heels Pendek
Aku langsung kaget dan menangis saat mendengar pengakuan Mas Yongki itu.
Aku langsung menjelaskan semua yang terjadi saat kedatangan Mas Yongki dua minggu yang lalu.
"Ada yang datang, mukanya mirip banget sama kamu mas, suara, mata, semuanya mirip kamu," Jelasku.
Mas Yongki tak marah, dia berusaha untuk menenangkanku.
Setelah beberapa saat, kami berdua pun meyakini bahwa sosok yang menyamar sebagai Mas Yongki merupakan Genderuwo.
Ya, aku memang sering mendengar cerita genderuwo yang menyamar sebagai suami orang di desa kami.
Namun, aku tak menyangka, genderuwo itu akan menyamar jadi Mas Yongki, suamiku.
Semua sudah berlalu, Mas Yongki juga dapat menerima hal itu.
Untungnya, aktivitas ranjangku dengan genderuwo yang menyamar sebagai Mas Yongki itu tak membuahkan hasil.***

