Pepo – Tanggal 16 November mendatang, fenomean astronomi yang paling dinanti-nati akan terjadi.
Beaver Moon atau yang dikenal dengan fenomena bulan terakhir dari empat supermoon terjadi sepanjang tahun 2024.
Fenomena ini akan menjadikan bulan terlihat lebih besar dan terang dari biasanya yang menjadi pemandangan menakjubkan bagi para pengamat langit.
Baca Juga: Teh Chamomile, Si Minuman Penenang Yang Membawa Banyak Manfaat
Supermoon ini terjadi ketika Bulan Purnama bertepatan dengan posisi terdekatnya dengan Bumi, yang dikenal sebagai perigee.
Orbit Bulan akan membentuk elips bukan lingkaran sempurna, sehingga ada saat-saat di mana Bulan lebih dekat atau lebih jauh dari Bumi.
Selama 20–30 menit setelah matahari terbenam pada malam 16 November, fenomena Beaver Moon ini akan paling terlihat.
Baca Juga: Sulit Tidur? Terapkan Tips Berikut Untuk Membuatmu Lebih Cepat Mengantuk
Untuk menikmati keindahan bulan sepenuhnya, penggemar langit biru disarankan untuk mencari tempat dengan sedikit pencahayaan.
Supermoon ini dapat dilihat dengan mata telanjang, namun akan lebih jelas jika menggunakan teropong agar terlihat detail permukaan bulan.
Fenomena ini tidak hanya menyajikan visual yang indah, tetapi akan berdampak juga pada alam.
Baca Juga: Hidup Lebih Bersih dan Berkelanjutan: Cara Memulai Zero Waste di Kehidupan Sehari-hari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa fenomena ini memiliki potensi untuk menyebabkan banjir pesisir atau rob di beberapa wilayah Indonesia.
Ketinggian air laut diperkirakan akan naik secara maksimal hingga berpengaruh pada kegiatan masyarakat yang hidup di sekitar pelabuhan dan pesisir.
Siapkan diri Anda untuk menikmati keindahan langit malam sambil tetap memperhatikan keselamatan dan lingkungan sekitar.
(Dinda Putri R)

