PEPO.id - Di daerah antara Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalenka di Provinsi Jawa Barat terdapat Gunung Ciremai yang termasuk dalam Taman Nasional Pegunungan Jawa Barat.
Ketinggian Gunung Ciremai ini kurang lebih 3.084 meter menjadikannya gunung tertinggi di Jawa Barat.
Gunung Ciremai memiliki pemandangan yang menakjubkan dan sering dikunjungi oleh para pendaki dari dalam dan luar kawasan Cirebon.
Namun, seperti gunung lainnya, jika lingkungan alamnya terganggu, maka para pendaki di sana juga akan terganggu. Hal serupa menimpa seorang pendaki di Cirebon.
Baca Juga: Rekomendasi OOTD Rok Span, Bisa Dipakai untuk Acara Formal Maupun Non Formal
Ia menuju pos pemeriksaan di tengah jalur pendakian Ciremai bersama tiga temannya. Malam berikutnya, mereka beristirahat sambil bersiap turun gunung.
Tiba-tiba, teman-temannya mulai berteriak 'Gempa! Gempa!', tetapi pendaki asal Cirebon tersebut tidak merasakan getaran gempa.
Sebaliknya, dia melihat seorang makhluk berjubah putih melayang di atas ketiga temannya. Kemudian, dia berdoa dan berusaha menenangkan teman-temannya.
Gangguan itu belum berakhir sampai keesokan paginya. Mereka 'disesatkan' saat turun sehingga yang hanya butuh satu jam, mereka memakan waktu lebih dari enam jam.
Baca Juga: Kisah Mistis Gunung Penanggungan, Cerita Bertemu Arwah Pendaki yang Sudah Meninggal
Mereka kewalahan, pendaki itu pun akhirnya duduk dengan tenang sambil memanjatkan doa. Saat membuka mata, tiga temannya hilang, tapi dia dikelilingi tujuh pria berjubah putih.
Dia berusaha meminta maaf dan minta tidak diganggu. Usut punya usut, ternyata salah satu temannya, membuang sampah dan buang air sembarangan saat di puncak.
Dia pun meminta maaf dan berjanji akan memberikan wejangan pada temannya itu.
Tak lama, dia sadar, dan teman-temannya sudah panik melihatnya tidak bangun-bangun. Dia pun menceritakan apa yang dilihat dan teman-temannya ikut berdoa dan maaf. Kemudian, perjalanan mereka pun berakhir dengan lancar.
Cerita-cerita horor di atas memang dialami oleh para pendaki. Namun, tidak pernah menghentikan mereka untuk mengekplorasi keindahan gunung Indonesia.***

