PEPO.id - Belakangan ini, kondisi perpolitikan di Indonesia telah memicu keprihatinan di antara para alumni Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pada Selasa (27/8), Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni (DPP HA) IPB menyampaikan pernyataan mereka di Gedung Alumni IPB, Kota Bogor.

Menurut Walneg S Jas, Ketua Umum DPP HA IPB University Bogor, situasi demokrasi di Indonesia saat ini menunjukkan tanda-tanda kemunduran.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Klarifikasi Video Viral Polwan Memarahi Pria Sedang Makan

Ia menilai hal ini sebagai akibat dari penyelenggaraan negara yang diduga telah menyimpang dari amanat UUD 1945 serta nilai-nilai yang dijunjung oleh para pendiri bangsa.

DPP HA IPB sangat menyayangkan kondisi ini, terutama karena mereka melihat adanya indikasi penyalahgunaan kekuasaan oleh beberapa elit politik.

Contoh-contoh yang mereka angkat termasuk pemaksaan kehendak pribadi atau kelompok dengan intervensi terhadap hukum dan kewenangan lembaga lainnya, serta penentangan terhadap keputusan lembaga yudikatif yang dianggap tidak sesuai dengan keinginan penguasa melalui penggunaan kekuasaan mayoritas di lembaga legislatif secara arogan.

“Indikasi lain yakni kecenderungan pengambilan keputusan-keputusan strategis negara yang sering tidak sejalan dengan aspirasi masyarakat kebanyakan yang akhirnya memicu kontroversi, kemarahan, dan demonstrasi rakyat,” kata Walneg.

Baca Juga: 5 Parfum Pria Yang Bikin Wanita Selalu Terpesona, Ada Scorpio Juga lho!

Berdasarkan rentetan persoalan itu, DPP HA IPB meminta agar Presiden Joko Widodo untuk menghenfikan segala bentuk perilaku penyalahgunaan wewenang.

"Kembalilah kepada perilaku kepemimpinan bangsa yang menjunjung tinggi konstitusi, memegang integritas, menaati hukum yang berlaku, serta berorientasi kepada aspirasi dan kepentingan rakyat yang dipimpin sesuai nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945," kata Walneg.

Para Alumni IPB ini juga meminta agar Jokowi menghindari pengambilan keputusan yang dapat memicu kontroversi dan penolakan masyarakat Indonesia.

Sebaliknya, Walneg mendorong agar Jokowi lebih mempersiapkan masa akhir kepemimpinan bersama seluruh jajaran kabinetnya dengan memberi tauladan dan warisan terbaik yang akan dikenang oleh sejarah perjalanan bangsa.

Baca Juga: Ini Dia Tips Untuk Kamu Yang HP-nya Abis Nyemplung Ke Air

“Kita berharap masa jabatan presiden berakhir dengan Husnul Khotimah dalam tugas kenegaraannya ,” kata Walneg.

Selain pada Jokowi, imbauan juga dilontarkan HA IPB pada Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Mereka berharap agar Prabowo mendukung kebijaksanaan (wisdom) dan praktik pola kepemimpinan modern terbaharukan, profesional, dan partisipatif.

Hal itu dimaksudkan agar Indonesia terbebas dari segala bentuk konflik kepentingan antarkelompok.

Walneg berharap seluruh alumni IPB yang sedang memegang amanah baik di lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif agar senantiasa memegang teguh integritas dan bersikap amanah.

“Amalkan nilai-nilai dan prinsip kebaikan yang diajarkan almamater, dan menjadi sumber inspirasi positif bagi kemajuan bangsa dan masyarakat Indonesia," tegasnya.

Mereka juga mengajak partisipasi masyarakat luas untuk tetap mengawal dan mengkritisi arah kebijakan pemerintahan secara obyektif dan kondusif, mengawal lembaga DPR RI agar senantiasa mendengarkan aspirasi rakyat.

Berikut ini lima pernyataan sikap dan imbauan yang disampaikan oleh pengurus DPP HA IPB.

1. Meminta penghentian segala bentuk perilaku penyalahgunaan wewenang (abuse of power) yang dilakukan oleh elit bangsa sampai kepada pemimpin tertinggi NKRI.

Kembalilah kepada perilaku kepemimpinan bangsa yang menjunjung tinggi konstitusi, memegang integritas, menaati hukum yang berlaku, serta berorientasi kepada aspirasi dan kepentingan rakyat yang dipimpin sesuai nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945.

2. Mendorong dan mengimbau Presiden RI untuk mempersiapkan masa akhir kepemimpinan bersama seluruh jajaran kabinetnya dengan memberi tauladan dan legacy terbaik yang akan dikenang oleh sejarah perjalanan bangsa, menghindari pengambilan keputusan strategis apalagi yang dapat memicu kontroversi dan penolakan masyarakat Indonesia, serta berpihak kepada kebenaran dan suara rakyat, bukan kepada kepentingan kelompok atau golongan tertentu.

3. Mengharapkan dan mendukung kebijaksanaan (wisdom) dan praktik pola kepemimpinan modern terbaharukan, profesional, dan partisipatif dari Presiden Terpilih periode 2024-2029, sehingga bangsa ini berhenti dan terbebas dari segala bentuk konflik kepentingan antarkelompok, antar pemerintah dengan masyarakatnya, di semua tingkatan pemerintahan dan di semua bidang khususnya yang bersinggungan dengan hajat hidup dan hak azasi masyarakat.

Bangsa ini membutuhkan peningkatan kesejahteraan dan produktivitas setiap individu anak bangsa, peningkatan pendidikan, dan rindu akan kembalinya kehidupan yang harmonis, toleran, demokratis sesuai budaya luhur dan tata nilai Indonesia.

4. Mengajak dan berharap partisipasi luas tanpa lelah dari seluruh komponen bangsa untuk tetap mengawal dan mengkritisi arah kebijakan pemerintahan secara obyektif dan kondusif, mengawal lembaga DPR RI agar senantiasa mendengarkan aspirasi rakyat yang sudah memilihnya, mendorong terjaminnya kebebasan mimbar akademik serta terus berjuang untuk Indonesia Maju, adil, makmur dan sejahtera.

5. Menghimbau serta mengharapkan kepada seluruh alumni IPB yang sedang memegang amanah baik di lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif atau dimanapun ladang pengabdian yang sedang Anda perankan, agar senantiasa memegang teguh integritas, bersikap amanah, mengamalkan nilai-nilai dan prinsip kebaikan yang diajarkan almamater, dan menjadi sumber inspirasi positif bagi kemajuan bangsa dan masyarakat Indonesia.***