PEPO.id - Cinta itu gila, ini lirik salah satu band ternama Indonesia. Namun, itu benar dan saya pernah mengalaminya.

Pasalnya, saya rela menjaga dua perawan dalam pelukan saya hanya untuk mendapatkan seorang janda.

Maklum saja, saya seorang playboy berbadan besar dan mustahil mencintai satu wanita saja.

"Perawan tidak cukup satu, tetapi janda cukup hanya satu," pikirku.

Baca Juga: Irish Bella Akui Kecewa Terkait Kasus Narkoba yang Dihadapi Suaminya, Kakak Ammar Zoni: Reaksi yang Normal

 

Saat itu, saya dirayu oleh seorang janda bernama Nabila di gedung tetangga. Pasalnya, Nabila memiliki bodi bak gitar Spanyol.

Melihat hal itu membuatku ingin segera mandi dan membuang pikiran kotorku.

"Begitu lah yang bisaku lakukan," pikirku.

 

Saya kenal Nabila karena kebetulan saya punya gym. Saya hanya bisa fokus pada Nabila di kejauhan.

Baca Juga: Daftar OOTD Bridesmaid Non Hijab, Tampilan Dijamin Makin Menawan dan Elegan

Nabila suka memakai tank top dan legging super skinny, dan terkadang dia suka melamun.

Suatu hari aku mencoba memahami Nabila. Nabila sedang istirahat dan aku menghampirinya.

"Hallo kak," sapaku. "Hallo juga," timpalnya Nabila.

"Kakak tinggal di kompleks sebelah ya?," tanyaku.

"Iya, kok tahu," timpalnya.

Baca Juga: Tri Adhianto Bersama Warga Kota Bekasi Gelar Tasyakuran Peringatan HUT RI ke-78

"Kebetulan aku sering melihat kakak saat jogging di sore hari lewat depan kompleks aku," kataku.

"Wah, kamu memperhatikanku berarti," kata Nabila.

"Heheheheh," ujarku.

Singkat cerita aku makin mengenal dekat Nabila, dan ternyata dia adalah janda anak satu.

Aku tidak percaya, Nabila begitu sempurna dengan kecantikan dan tubuh proporsional ditinggalkan suaminya.

Banyak pria bakal tergoda olehnya, tetapi kenapa suaminya meninggalnya.

Baca Juga: Tri Adhianto Beri Bantuan hingga KIA untuk Anak Putus Sekolah di Mustikajaya

"Tugasku berperan membuat nyaman anaknya dan Nabila," kataku.

Semenjak mengetahui hal itu, aku berupaya cari muka dengan ekstra memperhatikan Nabila dan anaknya.

Maklum, aku dan Nabila sudah sangat dekat setelah berkenalan tiga bulan lalu. Ketika habis fitness bersama Nabila, seperti tiba-tiba dia ingin membelikan dua balon bulat berisikan gas kepada anak.

Tujuannya untuk dimainkan di rumah, tetapi aku langsung melarangnya. Sebab, berbahaya jika meledak dan terkena api.

"Aku ganti cokelat aja, ya, dan balon itu tidak usah," kataku.

"Ya sudah mas," timpalnya.

Aku lakukan hal itu sebagai bentuk perhatian kepada anaknya Nabila. Tujuannya agar aku dipandang spesial baginya.***