PEPO.id - Anita dan saya tidak sabar menunggu minggu depan datang. Pasalnya, hari itu kami memutuskan untuk pergi ke Bandung untuk merayakan tahun hubungan kami.
Hari yang kita semua tunggu telah tiba. Kami menyiapkan semua yang kami butuhkan dan segera memasukkannya ke dalam mobil.
Kami tidak berencana untuk menginap sama sekali, kami akan melakukan tur ini sepanjang hari. Jadi, kami siap berangkat pagi-pagi dan menikmati lebih banyak waktu bersama.
Kami menikmati perjalanan bersama sementara musik terdengar keras.
Baca Juga: Kuliner Pacitan Terbaik dan Hits, tempatnya Selalu Ramai Diserbu Pelancong
Aku dan Anita bernyanyi bersama. Anita sesekali menggangguku saat mengemudi, mencengkeram benda bulat yang batangnya kurang panjang untukku.
Cara saya agar tidak mengusik hati Anita selama perjalanan adalah dengan mengelus kepalanya sambil berkata “nanti saya ganggu”. Anita Mui pun merelakan perlengkapan mobilnya.
Dengan seluruh perhatian saya, saya kembali ke tujuan pertama kami dengan kecepatan penuh.
Sesampainya di tempat parkir, meski jarak Jakarta-Bandung sebenarnya tidak terlalu jauh, namun perjalanan tetap membuat saya merasa lelah.
Baca Juga: Tak Terima Akun Instagram Pribadinya Diblokir, Nikita Mirzani Ancam Bongkar Aib Hotman Paris
Namun, karena saya berangkat subuh tadi pagi, mata saya sangat lelah sehingga saya ingin istirahat. Melihat saya yang lemah, Anita sangat pilih-pilih dan ingin meluruskan kakinya dan segera berjalan-jalan.
Sayangnya, saya memintanya untuk bersabar karena kelelahan saya tidak tertahankan lagi. Dua jam berlalu di dalam mobil.
Saat matahari mulai muncul, tidak sedikit orang-orang dengan kendaraanya memasuki area parkir wisata.
Kaca film mobil yang aku miliki memang cukup tebal, sehingga orang dari luar tidak bisa melihat sama sekali aktivitas apa yang dilakukan dalam mobil, kecuali aku yang melihat mereka dari dalam.
Baca Juga: Wisata Kuliner Pacitan Hits dan Enak, Bikin Nafsu Makan Jadi Bertambah
Waktu sudah menunjukan pukul setengah tujuh pagi. Banyak orang memperhatikan mobilku. Mata mereka seakan bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang dilakukan.
Pasalnya, memang mobil kami saat itu sedang berguncang dengan kuat, mungkin ini alasan banyak orang bertanya-tanya mengapa di tempat umum berani sekali melakukan hal tersebut.
Selama setengah jam mobil yang kami gunakan berguncang dengan hebat, aku dan Anita berkerja sama untuk membuat guncangan tidak terlalu dahsyat namun nyatanya tidak bisa.
Guncangan yang kamu lakukan untuk memastikan bahwa mobil yang aku gunakan tidak kehabisan bensin.
Pasalnya, indikator mobil ini sudah lama rusak sehingga perlu di guncang secara hebat agar mengetahui bahwa bahan bakar masih ada atau tidak.
Setelah kami mengetahui aman, setelah tubuh kami berdua berkeringat sangat deras. Kami melanjutkan perjalanan untuk mencari bubur untuk sarapan.***

