PEPO.id - Insomnia menjadi salah satu gangguan tidur yang banyak dialami masyarakat, baik muda maupun tua. Walaupun sering diremehkan, insomnia yang tidak ditangani secara tepat dapat menimbulkan dampak serius bagi kondisi fisik dan mental seseorang.

Insomnia merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang kesulitan untuk mulai tidur atau tetap tidur dengan lelap. Tidak hanya terjadi pada orang dewasa atau lansia, gangguan ini bisa menyerang siapa saja, termasuk remaja dan anak muda yang mengalami tekanan atau gaya hidup tidak sehat.

Dalam dunia medis, insomnia dibedakan menjadi dua jenis, yakni akut dan kronis. Insomnia akut umumnya berlangsung dari satu malam hingga beberapa minggu, sedangkan insomnia kronis terjadi minimal tiga kali seminggu selama tiga bulan atau lebih.

Baca Juga: 6 Tips Mengatasi Sulit Tidur atau Insomnia, Singkirkan Perangkat Elektronik

Gangguan tidur ini tidak hanya muncul satu kali. Dalam beberapa kasus, insomnia dapat datang dan pergi, tergantung pada kondisi mental, fisik, dan kebiasaan hidup seseorang. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor-faktor yang memicu kemunculannya.

Menurut Rafknowledge (2010), terdapat sejumlah penyebab utama insomnia yang patut diwaspadai. Pertama, stres berlebihan bisa membuat pikiran terus aktif saat hendak tidur, menghambat tubuh untuk rileks. Kedua, depresi atau gangguan suasana hati juga erat kaitannya dengan insomnia.

Gangguan kronis seperti sleep apnea, diabetes, gangguan ginjal, radang sendi, dan rasa sakit yang terus-menerus juga kerap menjadi penyebab sulit tidur. Faktor lain termasuk efek samping obat-obatan, pola tidur dan makan yang tidak teratur, serta konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol menjelang malam.

Baca Juga: Cara Mengatasi Sulit Tidur atau Insomnia di Malam Hari, Salah Satunya Hindari Layar Elektronik

Gejala insomnia tak hanya terlihat saat malam tiba. Gejala utama memang sulit tidur, namun ada juga tanda-tanda lain yang muncul di siang hari. Salah satunya adalah rasa lelah berlebihan yang mengganggu produktivitas dan konsentrasi.

Orang yang mengalami insomnia seringkali terjaga di tengah malam dan mengalami kesulitan untuk tidur kembali. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan perubahan emosi, seperti mudah tersinggung atau gelisah. Sebagian penderita merasa mengantuk di siang hari, namun tetap tidak dapat tertidur meskipun sudah beristirahat.

Gejala lain yang kerap terjadi meliputi penurunan daya ingat, berkurangnya gairah seksual, dan kesulitan dalam mengambil keputusan. Masalah tidur ini secara signifikan berdampak pada keseluruhan kualitas hidup individu.

Baca Juga: 6 Tips Mengatasi Insomnia Agar Tidur Bisa Lebih Cepat dan Berkualitas

Lebih dari sekadar kurang tidur, insomnia memiliki dampak serius bagi kesehatan. Ketika terjadi dalam waktu lama, insomnia dapat memperbesar risiko terkena penyakit kronis seperti stroke, kejang, asma, obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga gangguan jantung.

Dari sisi psikologis, insomnia meningkatkan kemungkinan gangguan mental seperti depresi, kebingungan, frustasi, dan perasaan gelisah berlebihan. Ini dapat memperburuk kondisi penderita jika tidak segera diatasi.

Dampaknya pun menjalar ke sektor produktivitas. Pekerja, pelajar, atau mahasiswa yang mengalami insomnia cenderung mengalami penurunan performa. Mereka mudah lelah, kurang fokus, dan kesulitan menjaga konsentrasi dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Sering Mengalami Insomnia? Silahkan Coba Cara Cepat Tidur dalam Waktu 30 Detik

Tak hanya itu, insomnia juga berdampak pada aktivitas seperti mengemudi, yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Risiko kecelakaan bisa meningkat jika seseorang mengemudi dalam kondisi kurang tidur.

Insomnia turut memengaruhi fungsi kognitif, termasuk memori dan kemampuan dalam mengambil keputusan. Orang yang tidur tidak cukup akan kesulitan berpikir jernih dan membuat keputusan dengan tepat.

Lantas, bagaimana cara mengatasi insomnia tanpa langsung bergantung pada obat tidur? Langkah awal yang dianjurkan adalah mengubah kebiasaan tidur dan gaya hidup.

Baca Juga: Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Stres pada Remaja Sebelum Terlambat

Beberapa langkah alami yang dapat dilakukan untuk mengatasi insomnia antara lain:

1. menjaga waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap hari, termasuk saat akhir pekan.

2. Konsumsi makanan rendah karbohidrat sebelum tidur untuk menghindari lonjakan energi yang mengganggu tidur.

3. Kurangi konsumsi teh, kopi, alkohol, dan rokok, terutama menjelang waktu tidur.

4. Mandi air hangat 30 menit atau satu jam sebelum tidur untuk membantu tubuh lebih rileks.

5. Berolahraga secara teratur, namun hindari olahraga berat mendekati jam tidur.

Mengatasi insomnia memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun dengan kebiasaan yang tepat, kualitas tidur bisa meningkat tanpa harus mengandalkan obat-obatan. Jika gangguan tetap berlanjut, konsultasi ke tenaga medis menjadi langkah bijak berikutnya.

Baca Juga: 10 Daftar Pekerjaan yang Miliki Gaji Besar Namun Minim Stres