PEPO.id - Tidak sedikit orang yang menyukai teh pahit. Teh yang sudah lama diseduh ini memiliki ciri khas rasa pahit, pedas, keras dan aroma yang unik.

Namun tahukah Anda bahwa teh pahit juga baik untuk kesehatan karena mengandung nutrisi yang cukup beragam. Mulailah dengan antioksidan, vitamin C, polifenol, katekin, kafein, L-theanine, dan zat besi.

Seperti dirangkum dari berbagai sumber, berikut manfaat teh pahit bagi kesehatan.

Baca Juga: Awas! Makan Setelah Mandi Bisa Tingkatkan Risiko Obesitas, Simak Penjelasan Ahli Kesehatan

1. Bantu Turunkan Berat Badan

Kandungan kafein dan polifenol pada teh pahit dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lemak, sehingga dapat berperan dalam penurunan berat badan.

Selain itu, teh pahit juga membantu mengurangi nafsu makan dan meningkatkan energi dalam tubuh.

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Kandungan flavonoid dan polifenol dalam teh pahit juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh.

Selain itu, manfaat teh pahit juga dapat membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Baca Juga: Manfaat Air Kelapa untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Dapat Membuat Pencernaan Lebih Baik

3. Redakan Stres dan Kecemasan

Kandungan kafein dalam teh pahit dapat membantu meredakan stres dan kecemasan. Kafein dapat merangsang produksi hormon dopamin dan serotonin dalam otak, yang dapat meningkatkan mood dan meredakan stres.

4. Menjaga Kesehatan Kulit

Kandungan antioksidan dalam teh pahit dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan sinar UV.

Selain itu, manfaat teh pahit juga dapat membantu meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh, yang penting untuk menjaga kelembaban dan elastisitas kulit.

5. Turunkan Risiko Diabetes

Kandungan polifenol dalam teh pahit dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Dengan demikian, mengonsumsi teh pahit secara teratur dapat membantu menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.***