PEPO.id - Penggunaan siwak kembali populer karena dianggap mampu memutihkan gigi secara alami. Apakah benar batang siwak ini mampu memulihkan warna putih alami pada gigi? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Siwak merupakan batang dari tanaman Salvadora persica yang telah digunakan sejak ratusan tahun lalu oleh masyarakat Arab untuk membersihkan gigi. Sebelum adanya sikat gigi modern, batang siwak dikunyah hingga berbentuk serabut dan digunakan sebagai alat menyikat gigi.
Tradisi menyikat gigi dengan siwak dilakukan setelah makan atau sebelum melaksanakan ibadah. Selain sebagai alat pembersih mulut, siwak juga dipercaya memiliki khasiat dalam menjaga kebersihan rongga mulut dan memutihkan gigi.
Baca Juga: Kenali Ciri Gigi Sehat dan Cara Menjaga Warnanya Tetap Cerah
Sejumlah kandungan alami dalam siwak menjadi dasar manfaat kesehatannya. Di antaranya, siwak mengandung zat alkaloid yang bersifat antibakteri, serta asam tanat yang berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri dalam mulut.
Siwak juga mengandung vitamin C yang berfungsi meningkatkan sistem imun serta membantu memperkuat struktur jaringan gigi. Komponen ini membuat siwak menarik untuk dijadikan alat perawatan mulut alternatif.
Selain itu, siwak juga mengandung fluoride, zat yang dikenal dapat membantu proses remineralisasi gigi. Fluoride membantu menutup lubang-lubang kecil pada gigi dan memperkuat lapisan emailnya.
Baca Juga: Gigi Berlubang Tak Bisa Diabaikan, Bisa Picu Infeksi Serius hingga Risiko Stroke
Selain fluoride, siwak juga mengandung silika dan natrium bikarbonat, bahan abrasif lembut yang dapat membersihkan plak pada gigi dan mencegah pembentukan karang gigi jika tidak segera diatasi.
Kemampuan siwak dalam mengangkat plak membuat banyak orang percaya bahwa alat ini bisa membantu memutihkan gigi. Padahal, hingga kini belum ada bukti ilmiah kuat yang menyatakan siwak secara langsung memutihkan gigi kuning.
Meskipun belum terbukti secara ilmiah sebagai pemutih gigi, siwak tetap memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mulut dan gigi secara keseluruhan, jika digunakan dengan benar.
Baca Juga: Tips Mengatasi Sakit Gigi yang Kerap Mengganggu Aktivitas, Segera Hindari Hal Ini
Lalu, bagaimana cara menggunakan siwak yang tepat? Mulailah dengan mengupas bagian luar batang siwak sesuai panjang yang ingin digunakan. Setelah itu, kunyah bagian ujung batang sampai menjadi serabut halus.
Ujung serabut siwak itu kemudian dipakai untuk menyikat gigi secara menyeluruh, layaknya memakai sikat gigi pada umumnya. Setelah digunakan, bagian serabut itu sebaiknya dipotong agar tidak digunakan kembali.
Uniknya, siwak dapat menghasilkan busa alami saat digunakan dan juga merangsang air liur yang berperan dalam membersihkan sisa makanan serta plak di mulut.
Baca Juga: Sejumlah Makanan yang Bisa Memicu Kerusakan Gigi, Wajib Diketahui Sebelum Terlambat
Namun, karena siwak berasal dari batang pohon, kebersihannya wajib diperhatikan. Cuci siwak sebelum digunakan untuk menghindari bakteri atau virus yang mungkin menempel di permukaannya.
Poin penting yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan siwak:
- Pastikan siwak dicuci bersih sebelum digunakan.
- Jangan menggunakan siwak lebih dari satu kali.
- Hindari menyimpan siwak di tempat terbuka.
- Potong bagian serabut setelah digunakan.
- Perhatikan kebersihan tangan saat memegang siwak.
Menggunakan siwak lebih dari sekali tidak disarankan, sebab kemampuan antibakterinya bisa menurun setelah pemakaian pertama. Ini bisa memicu pertumbuhan kuman jika digunakan berulang.
Baca Juga: Tips Menyembuhkan Sakit Gigi pada Malam Hari yang Biasa Mengganggu Waktu Istirahat
Tempat penyimpanan siwak juga perlu diperhatikan. Jangan meletakkan siwak di ruang terbuka karena kotoran dan bakteri mudah menempel, yang justru bisa membahayakan kesehatan gigi.
Dengan perawatan dan penggunaan yang tepat, siwak bisa menjadi alternatif alami untuk merawat kebersihan mulut. Namun, tetap penting untuk tidak meninggalkan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.

