PEPO.id - Fenomena kesurupan kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis, terutama di berbagai budaya yang mempercayai adanya roh halus atau makhluk tak kasatmata. Namun, ilmu medis memiliki pandangan berbeda mengenai kondisi ini yang kerap membuat heboh masyarakat.
Secara umum, kesurupan sering didefinisikan sebagai keadaan saat tubuh seseorang dirasuki oleh roh atau makhluk halus. Kondisi ini bisa terjadi secara tidak sengaja ataupun dalam ritual adat yang memang melibatkan proses pemanggilan roh.
Namun, dari sudut pandang medis, kesurupan bukanlah kejadian supranatural. Dalam ilmu psikologi, kesurupan dikategorikan sebagai gangguan mental, tepatnya disebut possession trance disorder.
Baca Juga: Meditasi Rutin Tingkatkan Kesehatan Mental dan Fisik secara Menyeluruh
1. Penjelasan Kesurupan Menurut Ilmu Medis
Dalam buku pedoman gangguan mental Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders V (DSM V), kesurupan dimasukkan dalam kategori Other Specified Dissociative Disorder.
Kondisi ini ditandai dengan hilangnya kesadaran individu terhadap lingkungan di sekitarnya. Seseorang yang mengalaminya menjadi tidak responsif atau tidak sadar akan rangsangan yang terjadi di sekitarnya.
Kesurupan juga dapat disertai gejala tambahan seperti gerakan tubuh yang tak terkendali hingga kelumpuhan sementara. Gangguan ini dianggap tidak normal bila terjadi di luar konteks budaya atau agama tertentu.
Sementara itu, klasifikasi dari International Classification of Diseases 11th (ICD-11) menjelaskan bahwa possession trance disorder melibatkan perubahan kesadaran, di mana identitas pribadi seseorang tergantikan oleh sosok eksternal.
Baca Juga: Mendaki Gunung Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental dengan Cara Menyenangkan
2. Tanda dan Gejala Kesurupan
Ketika seseorang kesurupan, ia kehilangan kendali atas identitasnya. Dalam kondisi ini, perilaku yang muncul biasanya tidak seperti dirinya sendiri dan bahkan dapat berubah drastis.
Beberapa gejala khas yang muncul antara lain kehilangan kesadaran terhadap lingkungan, kehilangan identitas pribadi, perubahan perilaku, nada suara berbeda, hingga kesulitan membedakan realitas dan khayalan.
Selain itu, penderitanya bisa mengalami hilangnya fokus, memori, perubahan penampilan fisik, serta kesulitan mengingat apa yang terjadi selama kesurupan. Namun, gejala ini bisa menyerupai gangguan lain seperti epilepsi, skizofrenia, dan amnesia disosiatif.
Baca Juga: Waspadai Skizofrenia, Gangguan Mental yang Bisa Dipicu Genetik hingga Lingkungan
Karena itu, penting dilakukan diagnosis yang cermat oleh tenaga medis profesional agar kesurupan tidak disalahartikan dengan kondisi neurologis atau kejiwaan lainnya.
3. Penyebab Kesurupan
Gangguan possession trance bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti unsur spiritual, sosial, psikologis, maupun fisik. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk menentukan penyebabnya secara tepat.
Trauma psikologis, pengalaman kekerasan berulang, atau tekanan sosial bisa memicu gangguan disosiatif yang memunculkan gejala kesurupan. Meskipun begitu, belum ada teori tunggal yang bisa menjelaskan secara pasti asal-usul gangguan ini.
Baca Juga: Ice Bath: Terapi Air Es untuk Pemulihan Otot dan Kesehatan Mental
Dalam banyak kasus, kondisi ini bermula dari pengalaman disosiatif ringan yang berkembang menjadi lebih kompleks dan mengganggu aktivitas harian.
4. Pengobatan Kesurupan dalam Dunia Medis
Langkah awal dalam pengobatan gangguan ini adalah pemeriksaan menyeluruh oleh psikolog atau psikiater. Pasien akan ditanya seputar gejala, frekuensi kesurupan, serta riwayat trauma yang pernah dialami.
Pemeriksaan juga mempertimbangkan latar belakang budaya, kepercayaan agama, dan lingkungan tempat pasien dibesarkan. Beberapa tes medis juga bisa dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan masalah fisik.
Baca Juga: 5 Manfaat Berjemur di Pagi Hari: Dari Kesehatan Mental hingga Perlindungan Tulang
Penanganan medis untuk kesurupan dilakukan seperti pada pasien gangguan disosiatif lainnya. Obat-obatan seperti antidepresan, antikecemasan, dan antipsikotik mungkin diresepkan untuk mengendalikan gejala.
5. Peran Psikoterapi dalam Penanganan Kesurupan
Selain pengobatan medis, terapi psikologis juga diperlukan. Psikolog akan membimbing pasien melalui sesi konseling, terapi bicara, serta terapi psikososial.
Melalui psikoterapi, pasien akan diajak untuk memahami sumber dari kondisinya, mengenali pemicunya, dan belajar cara baru untuk mengelola stres serta tekanan emosional yang mereka alami.
Baca Juga: Kesehatan Mental Harus Dijaga agar Pikiran dan Hidup Lebih Seimbang, Berikut 5 cara menjaganya
Dengan perawatan yang tepat, pasien bisa mendapatkan kembali kontrol atas dirinya dan menjalani hidup yang lebih stabil secara emosional dan mental.

