PEPO.id - Tidur yang berkualitas dapat membantu mencegah gangguan kesehatan mental ketika orang menghadapi situasi atau pengalaman stres.
Temuan ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti di University of York. Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 600 partisipan selama pandemi Covid-19 tahun 2020.
Seperti dilansir dari laman Science Daily, pandemi yang terjadi pada 2020 merupakan periode penuh tekanan yang memicu stres berkepanjangan pada cukup banyak orang.
"Kami menemukan bahwa kualitas tidur yang lebih baik berkaitan dengan lebih rendahnya (kemunculan) gejala depresi dan kecemasan," ujar peneliti sekaligus mahasiswa PhD dari University of York, Emma Sullivan.
Baca Juga: Kekayaan Pratama Arhan, Pemain Timnas Indonesia yang Menikahi Anak Politisi Andre Rosiade
Sementara itu, manfaat tidur berkualitas akan bekerja paling baik bila diimbangi dengan strategi penanggulangan yang baik, jelas Dr Scott Cairney, dosen pembimbing PhD di Departemen Psikologi di Universitas York.
Contoh strategi coping ini, lanjut Scott, adalah kemampuan melihat sisi positif dari situasi stres.
"Tidur memainkan peran yang sangat penting dalam manajemen stres kronis (jangka panjang) dan bisa memelihara kesejahteraan dalam waktu yang lama, mengurangi kemunculan gejala-gejala depresi serta kecemasan," tutur Scott.
Menurut Sleep Foundation, tidur yang berkualitas dapat dikenali antara lain bisa tertidur dalam waktu kurang dari 30 menit setelah berbaring di kasur, tidak terbangun sepanjang malam, durasi tidur sesuai rekomendasi, serta bangun dalam kondisi berenergi dan segar.
Bagi orang-orang yang belum mendapatkan tidur berkualitas, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya. Berikut ini adalah beberapa upaya untuk memperbaikinya:
1. Hindari paparan televisi, kompoter, atau gawai minimal 30 menit sebelum jam tidur.
2. Buat suasana kamar tidur menjadi gelap, terhindar dari suara bising, serta memiliki suhu yang sejuk.
3. Selalu tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk pada hari libur.
4. Atur jadwal tidur agar mendapatkan durasi tidur yang direkomendasikan. Untuk orang dewasa, durasi yang direkomendasikan minimal tujuh jam per malam.
5. Ciptakan kebiasaan jelang tidur yang merelaksasi, seperti mendengar audiobook, berendam air hangat, atau menulis jurnal.
6. Jauhi kafein minimal lima jam sebelum jadwal tidur.
7. Berjemur di pagi hari, sekitar 15-30 menit untuk memperbaiki irama sirkadian.
8. Cari pertolongan profesional bila semua cara ini tidak dapat membantu memperbaiki kualitas tidur.***


