PEPO.id - Stevia semakin populer sebagai pengganti gula bagi mereka yang sedang menjalani program diet atau menderita diabetes. Pemanis alami dari daun Stevia rebaudiana ini dikenal tidak mengandung kalori, namun memberikan rasa manis yang sangat kuat.

Bagi masyarakat yang ingin beralih dari gula pasir ke pemanis rendah kalori, stevia bisa menjadi pilihan menarik. Namun, sebelum menggunakannya, penting untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

Stevia semakin populer digunakan karena dinilai sebagai pilihan yang lebih menyehatkan daripada gula konvensional. Berikut ini adalah sejumlah keunggulan stevia sebagai pemanis alternatif.

Baca Juga: Membakar Kalori Tanpa Olahraga, Ini Dia Lima Cara Efektif untuk Menjaga Aktivitas Tubuh dan Kesehatan

1. Bebas Kalori
Meskipun bebas kalori, stevia tetap bisa menghadirkan rasa manis layaknya gula pada umumnya. Hal ini membuatnya ideal bagi mereka yang menjalani diet rendah gula.

2. Tetap Memberikan Rasa Manis
Stevia memiliki tingkat kemanisan hingga 200 kali lipat lebih kuat dibandingkan gula pasir biasa. Meski tidak mengandung kalori, rasanya tetap memuaskan bagi pencinta makanan manis.

3. Lebih Aman untuk Penderita Diabetes
Stevia tidak memicu peningkatan kadar gula darah secara signifikan, sehingga dianggap aman bagi penderita diabetes. Umumnya hanya diperlukan 1–2 tetes untuk minuman agar terasa manis.

Baca Juga: Manfaat Kayu Manis Bagi Penderita Diabetes, Deteksi Sejak Dini Sebelum Terlambat

4. Mengandung Antioksidan
Tak hanya sebagai pemanis, stevia juga memiliki kandungan flavonoid dan tanin yang bertindak sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas dalam tubuh.

Meski menawarkan banyak manfaat, stevia juga memiliki sejumlah kekurangan yang patut menjadi pertimbangan sebelum rutin mengonsumsinya.

1. Terdapat Rasa Pahit
Sebagian orang merasakan adanya rasa pahit usai mengonsumsi stevia, yang disebabkan oleh senyawa tanin di dalamnya.

Baca Juga: Manfaat Minyak Zaitun untuk Kecantikan Kulit Wajah, Salah Satunya Sebagai Antioksidan

2. Harga Cenderung Lebih Mahal
Dibandingkan gula pasir biasa, stevia tergolong lebih mahal. Harga stevia per 100 gram bisa mencapai Rp24.000, meskipun hanya diperlukan dalam jumlah kecil saat digunakan.

3. Kurang Cocok untuk Makanan yang Dipanggang
Stevia memiliki sifat kimia yang kurang mendukung proses pemanggangan, sehingga rasa dan teksturnya bisa berbeda saat digunakan dalam pembuatan kue atau roti.

4. Efek Samping pada Pencernaan
Konsumsi stevia dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, mual, dan diare. Penggunaannya perlu diperhatikan terutama bagi yang sensitif.

Baca Juga: Meski Pahit, Pare Kaya Manfaat: Ini 5 Khasiat Kesehatan dari Buah Pare

5. Dampak Negatif terhadap Tekanan Darah dan Ketidakseimbangan Hormon
Stevia juga berpotensi menurunkan tekanan darah dan memengaruhi hormon. Kandungan steviol glycosides di dalamnya memiliki struktur mirip steroid yang bisa mengganggu produksi hormon.

Karena manfaat dan risiko ini, penting untuk mengonsultasikan penggunaan stevia kepada tenaga medis. Terlebih bagi penderita penyakit tertentu atau mereka yang mengonsumsi obat rutin.

Banyak individu memilih menggunakan stevia karena berasal dari bahan alami dan tidak mengandung kalori. Namun, pendekatan yang hati-hati tetap diperlukan agar tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Manfaat Jus Seledri Bagi Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Menurunkan Tekanan Darah

Jika Anda ingin menggunakan stevia sebagai pengganti gula, baik untuk kebutuhan diet maupun diabetes, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar aman.