PEPO.id - Sepatu hak tinggi atau high heels kerap menjadi pilihan banyak perempuan untuk menunjang penampilan. Tidak hanya membuat kaki tampak jenjang dan ramping, sepatu ini juga dipercaya memberikan kesan elegan. Namun, di balik tampilannya yang menarik, high heels menyimpan sejumlah risiko kesehatan yang kerap diabaikan.

Memakai sepatu hak tinggi secara terus-menerus bisa memicu keluhan ringan hingga menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius. Keluhan umum seperti pegal dan nyeri sebenarnya bisa menjadi sinyal awal dari masalah yang lebih serius jika tidak ditangani.

Sebuah data menyebutkan bahwa satu dari sepuluh perempuan memakai high heels minimal tiga kali dalam seminggu. Dari jumlah itu, sepertiga di antaranya mengaku pernah mengalami jatuh saat menggunakannya.

Baca Juga: Manfaat Baby Oil yang Jarang Diketahui untuk Kesehatan Orang Dewasa, Salah Satunya Mencegah Tumit Kering

Lebih lanjut, sepertiga dari pengguna yang rutin mengenakan high heels melaporkan mengalami gangguan kaki jangka panjang. Ini menunjukkan bahwa sepatu jenis ini bisa menjadi pemicu utama berbagai masalah kesehatan pada kaki perempuan.

Berikut ini lima bagian tubuh yang rentan terkena dampak negatif akibat pemakaian sepatu hak tinggi secara berlebihan:

1. Tumit Kaki
Secara alami, kaki berperan meredam tekanan dan menopang berat badan tubuh. Namun saat mengenakan high heels, seluruh beban tubuh berpindah ke bagian depan kaki, tepatnya pada jari-jari yang rapuh.

Semakin tinggi haknya, semakin besar tekanan yang dihasilkan. Penelitian menyebutkan bahwa stiletto setinggi 10 cm dapat meningkatkan tekanan pada bagian depan kaki hingga 30 persen.

Baca Juga: Terapkan Beberapa Hal Ini Untuk Menjaga Kesehatan Sendi Lutut Agar Kuat di Usia Tua

Gaya berjalan pun ikut berubah. Sepatu high heels memaksa kaki melangkah lebih pendek dan tidak alami, teknik berjalan ini disebut staccato. Jika berlangsung lama, bisa merusak saraf dan struktur tulang kaki.

2. Pergelangan Kaki dan Betis
Posisi pergelangan kaki yang condong ke depan saat memakai heels dapat menghambat sirkulasi darah, meningkatkan risiko varises. Sementara itu, otot Achilles di bagian belakang betis bisa mengalami kekakuan dan ketegangan.

Penggunaan jangka panjang juga dapat menyebabkan urat betis memendek. Jika dibiarkan, Anda akan tetap merasakan sakit saat berjalan meskipun tidak sedang memakai high heels.

Baca Juga: Tips Mengatasi Sakit Punggung yang Mengganggu, Bisa Dilakukan di Rumah Lho

3. Lutut
Meski merupakan sendi yang kuat, lutut tetap bisa terdampak. Sepatu hak tinggi memberi tekanan ekstra pada lutut dan dalam jangka panjang meningkatkan risiko osteoarthritis.

4. Pinggul
Agar tetap seimbang saat menggunakan high heels, tubuh biasanya akan menyesuaikan postur dengan berdiri tegak dan mendorong pinggul ke depan. Hal ini membuat otot pinggul bekerja lebih keras dan rentan mengalami nyeri.

5. Punggung
Gaya berjalan saat menggunakan high heels menyebabkan otot punggung bagian bawah bekerja tidak wajar. Gerakan ini memicu ketegangan otot dan dapat menyebabkan nyeri punggung yang cukup parah.

Baca Juga: Cara Mudah Mengatasi Kulit Kaki Kering dan Kasar, Salah Satunya Gunakan Pelembab

Meski berbahaya, bukan berarti Anda tidak boleh memakai high heels sama sekali. Penggunaan yang tepat dan bijak tetap memungkinkan Anda tampil stylish tanpa mengorbankan kesehatan.

Tips Aman Memakai High Heels:

  • Pilih tinggi hak yang tidak terlalu ekstrem
  • Gunakan sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki
  • Hindari penggunaan sepanjang hari
  • Luangkan waktu bagi kaki untuk beristirahat setelah mengenakan sepatu hak tinggi.
  • Ganti dengan sepatu datar atau sandal untuk pemulihan kaki

Jangan anggap sepele keluhan seperti pegal dan nyeri setelah mengenakan high heels. Jika keluhan terus berulang, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk menghindari kerusakan jangka panjang.

Baca Juga: 5 Manfaat Mencuci Kaki Sebelum Tidur, Salah Satunya Meningkatkan Aliran Darah