PEPO.id - Jakarta kembali menjadi saksi kebersamaan yang hangat dan penuh makna. Komunitas Nyanyi Bareng Jakarta menggelar sesi bernyanyi massal yang menghadirkan suasana meriah namun penuh keintiman di tengah hiruk-pikuk ibu kota.

Acara tersebut menjadi istimewa karena turut dihadiri para pemeran film Sore: Istri dari Masa Depan serta sang sutradara. Tidak hanya itu, anggota band Barasuara juga turut memeriahkan momen tersebut dengan performa langsung yang begitu berkesan.

Lagu yang dibawakan adalah Terbuang Dalam Waktu, sebuah lagu yang juga menjadi soundtrack dari film Sore. Lagu ini dikenal dengan liriknya yang puitis dan emosional, sangat cocok untuk dibawakan dalam suasana bersama.

Baca Juga: Sore Istri dari Masa Depan Film yang Tidak Hanya Ditonton tapi Dirasakan

Ratusan peserta yang hadir larut dalam irama. Dari berbagai usia dan latar belakang, mereka berkumpul untuk satu tujuan: menyanyikan lagu kesayangan mereka bersama orang-orang yang terlibat langsung dalam penciptaannya.

Kebersamaan itu terekam dalam berbagai dokumentasi, baik foto maupun video, yang kini beredar luas di media sosial. Warganet menyebut momen itu sebagai bentuk perayaan emosional atas musik, film, dan koneksi antar manusia.

Sesi bernyanyi massal ini digelar di sebuah ruang terbuka yang telah dipersiapkan khusus. Panggung sederhana, lampu temaram, dan atmosfer yang bersahabat membuat para peserta betah berlama-lama.

Baca Juga: Finch: Perjalanan Terakhir Manusia dalam Dunia Pascabencana dan Persahabatan dengan Robot

Acara ini bukan hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga menjadi ruang untuk menyalurkan energi positif melalui musik. Kebersamaan dalam bernyanyi menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat, terutama ketika para peserta menyanyikan lagu bersama Barasuara dan para pemeran film Sore.

Anggota Barasuara sendiri tampak terharu melihat antusiasme para peserta. Mereka menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah menjaga semangat kebersamaan dan merayakan lagu mereka dengan penuh cinta.

Momen tersebut mencerminkan bentuk interaksi yang kuat antara sebuah karya dan para penikmatnya. Film dan musik terbukti mampu menyatukan berbagai kalangan dalam suasana emosional yang mendalam dan penuh keakraban.

Baca Juga: Superman Kembali Jadi Simbol Harapan: Kritik, Kejutan, dan Refleksi Sosial di Bawah Arahan James Gunn

Para pemeran film, termasuk aktris dan aktor utama, juga ikut menyumbangkan suara mereka malam itu. Meski tidak semua dari mereka memiliki latar belakang sebagai penyanyi, semangat mereka untuk terlibat membuat suasana makin hidup.

Kegiatan ini bukan pertama kalinya digelar oleh Komunitas Nyanyi Bareng Jakarta. Sebelumnya mereka juga pernah mengadakan acara serupa bersama musisi lokal lainnya. Namun kehadiran kolaborasi dengan film dan band besar seperti Barasuara menjadi pengalaman tersendiri.

Terbuang Dalam Waktu menjadi klimaks dari malam itu. Semua suara menyatu, menggema bersama dalam satu frekuensi, menandakan betapa kuatnya pengaruh musik dalam menyatukan banyak hati.

Baca Juga: Tayang Perdana di Netflix, Squid Game 2 Berhasil Torehkan Berbagai Pencapaian

Antusiasme peserta terlihat luar biasa, bahkan beberapa di antaranya datang dari luar kota demi mengikuti acara ini. Kecintaan terhadap film dan lagu yang dibawakan menjadi dorongan utama untuk hadir langsung dan ikut larut dalam euforia bernyanyi bersama.

Kebersamaan yang tercipta bukan hanya antara penonton dan artis, tapi juga sesama peserta. Banyak yang datang sendiri tapi pulang dengan teman baru, berkat ikatan yang terbentuk selama bernyanyi bersama.

Setelah lagu selesai dibawakan, suasana haru sempat terasa. Banyak yang enggan beranjak pulang, masih menikmati suasana yang terasa begitu akrab dan menyentuh.

Baca Juga: Negeri Para Ketua; Perseteruan Antar Geng di Kota Medan dengan Nilai Toleransi dan Komedi

Komunitas Nyanyi Bareng Jakarta berencana menggelar acara serupa di masa depan, melibatkan musisi-musisi lain dan mungkin film lainnya yang memiliki kedekatan emosional dengan publik.

Kehadiran Barasuara turut memperkuat kesan kebersamaan dalam acara tersebut. Respons positif dari para peserta menunjukkan betapa besar ruang kolaborasi antara musisi dan komunitas yang mencintai musik, membuka peluang untuk kegiatan serupa di masa mendatang.

Malam itu ditutup dengan tepuk tangan panjang dari seluruh peserta. Sebuah bukti bahwa musik, film, dan kebersamaan masih memiliki tempat istimewa di hati banyak orang.

Baca Juga: Puang Bos: Film Tentang Keindahan Kapal Pinisi Kebanggan Sulawesi Selatan dan Perayaan Cinta Sejati