PEPO.id - Film The Life of Chuck menghadirkan sebuah kisah yang unik dengan alur cerita terbalik, dibagi menjadi tiga babak yang menggali perjalanan hidup Charles “Chuck” Krantz. Adaptasi dari karya Stephen King ini membawa penonton menyusuri perjalanan emosional penuh misteri, kebahagiaan, hingga kesedihan mendalam.

Babak terakhir berjudul Thanks Chuck dibuka dengan suasana kelas di mana guru Marty Anderson (Chiwetel Ejiofor) dan murid-muridnya dikejutkan oleh berita gempa bumi. Tak lama kemudian, internet di seluruh dunia mati, memunculkan kepanikan besar di tengah masyarakat.

Kondisi semakin genting ketika papan reklame dan iklan misterius bermunculan, menampilkan wajah Chuck Krantz (Tom Hiddleston) dengan kalimat “Terima Kasih, Chuck, untuk 39 tahun yang luar biasa.” Fenomena ini membuat semua orang bertanya-tanya tentang siapa Chuck dan hubungannya dengan akhir dunia.

Baca Juga: Sinopsis Ballerina (2025): Kisah Balas Dendam Mematikan dalam Dunia John Wick

Mantan istri Marty, Felicia Gordon (Karen Gillan), seorang perawat, juga mendengar pesan aneh itu melalui radio. Keduanya sempat berdiskusi melalui telepon, berusaha memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Kekacauan semakin terasa ketika tetangga Marty, Gus Wilfong (Matthew Lillard), melaporkan adanya sinkhole besar di kota. Ia bahkan menjadi emosional ketika membicarakan kemungkinan kiamat yang semakin nyata.

Di rumah sakit, Felicia menyaksikan keanehan lain: tempat tidur pasien kosong, tetapi monitor jantung menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Fenomena ini menambah misteri seputar wajah Chuck yang terus bermunculan.

Baca Juga: Karate Kid: Legends Hadir dengan Perpaduan Kung Fu dan Karate, Kisah Baru Li Raih Kemenangan

Marty berusaha mencapai rumah Felicia dengan berjalan kaki setelah komunikasi terputus. Dalam perjalanan, ia bertemu Sam Yarbrough (Carl Lumbly), seorang pengurus pemakaman yang melontarkan refleksi filosofis tentang waktu.

Ketika kegelapan menelan dunia dan gambar Chuck menghiasi jendela gedung, Marty akhirnya sampai di rumah Felicia. Mereka menerima kenyataan bahwa akhir zaman sudah di depan mata.

Di sisi lain, Chuck yang asli terbaring sakit parah di rumah sakit, ditemani istri dan putranya. Saat detik-detik terakhir hidupnya tiba, dunia perlahan tenggelam dalam kegelapan.

Baca Juga: Thunderbolts: Kebangkitan Sentry, Intrik Valentina, dan Lahirnya New Avengers

Cerita kemudian bergerak mundur ke babak Buskers Forever, enam bulan sebelum kematian Chuck. Di sini, sosok Chuck digambarkan masih sehat, penuh semangat, dan menikmati momen sederhana dalam hidupnya.

Chuck bertemu Taylor Frank (Taylor Gordon), seorang musisi jalanan, dan Janice Halliday (Annalise Basso), seorang wanita muda patah hati. Terbawa suasana, Chuck menari di tengah keramaian, menciptakan momen indah yang tak terlupakan.

Aksi menarinya bersama Janice menjadi simbol bahwa Chuck mampu menghadirkan kebahagiaan di tengah kesedihan orang lain. Namun, sakit kepala yang dialaminya mengisyaratkan awal dari penyakit yang akan merenggut hidupnya.

Baca Juga: The Thursday Murder Club: Misteri Pembunuhan yang Terungkap dari Masa Lalu hingga Kini

Narator (Nick Offerman) menjelaskan bahwa beberapa bulan setelah momen itu, Chuck akan kehilangan kemampuan berjalan dan berbicara, hingga akhirnya lupa pada istrinya sendiri.

Babak terakhir yang justru menjadi awal adalah I Contain Multitudes, menggambarkan masa kecil Chuck. Setelah kehilangan orang tua dan adiknya dalam kecelakaan, ia tinggal bersama kakek-neneknya, Albie (Mark Hamill) dan Sarah (Mia Sara).

Dari neneknya, Chuck belajar mencintai musik dan tari. Namun, kakeknya yang pecandu alkohol sering kali dihantui penglihatan tentang kematian orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga: Mission: Impossible - The Final Reckoning: Pertarungan Terakhir Ethan Hunt Melawan The Entity

Chuck tumbuh sebagai penari berbakat dan memiliki kepercayaan diri setelah berhasil memukau teman-temannya dengan gerakan moonwalk. Momen ini juga menampilkan versi muda dari Marty dan Felicia yang kelak akan berperan penting dalam hidupnya.

Saat remaja, Chuck menemukan sebuah ruangan terlarang peninggalan kakeknya. Di dalamnya, ia melihat visi dirinya sendiri di ranjang kematian. Alih-alih takut, Chuck bersumpah menjalani hidup sepenuhnya, meyakini bahwa dirinya “mengandung banyak hal.”

Dengan alur cerita yang penuh lapisan emosional, The Life of Chuck menghadirkan perjalanan hidup yang bukan hanya tentang kematian, melainkan juga tentang merayakan kehidupan.

 Baca Juga: Together: Horor Romantis yang Mengisahkan Cinta, Trauma, dan Kutukan Penyatuan Tubuh