PEPO.id - Film terbaru berjudul Predator: Killer of Killers memperkenalkan kisah berlapis yang menegangkan, dengan latar sejarah berbeda dari era Viking, Jepang feodal, hingga Perang Dunia II.

Cerita dibuka dengan kutipan Kodeks Yautja yang menjadi dasar perburuan Predator: perintah untuk memburu mangsa terkuat di antara bintang-bintang. Filosofi itu menjadi benang merah cerita berdarah dari berbagai zaman.

Bagian pertama berjudul The Shield menyoroti kisah Ratu Ursa (Lindsay LaVanchy), seorang pemimpin Viking pada abad ke-9. Ia berlayar bersama putranya, Anders (Damien Haas), untuk melawan musuh bebuyutannya, suku Krivich.

Baca Juga: Pixar Bocorkan Karakter Baru dan Jalan Cerita Menarik di Toy Story 5

Usai menaklukkan kamp musuh, Ursa memaksa seorang tawanan untuk mengungkap keberadaan pemimpin Krivich, Zoran. Sebuah kilas balik mengungkapkan trauma lama, di mana Zoran pernah memaksa Ursa membunuh ayah kandungnya sendiri.

Saat menyerbu markas Zoran, Ursa dan pasukannya berhasil menghabisi seluruh prajurit musuh. Anders bahkan menebas kepala Zoran dengan tangannya sendiri. Namun, kejayaan itu terhenti ketika Predator muncul dan membantai para Viking dengan brutal.

Dalam pertarungan sengit di sungai, Ursa berhasil memanfaatkan perisainya untuk memantulkan ledakan sonik Predator. Makhluk itu akhirnya terbunuh oleh jangkar kapal. Meski menang, ia mendapati putranya sekarat dan akhirnya meninggal. Tak lama kemudian, Ursa ditangkap dan dipasangi kalung misterius.

Baca Juga: Film Pencarian Terakhir Raup 57 Ribu Penonton di Hari Pertama Tayang

Bagian kedua, The Sword, berpindah ke Jepang tahun 1609. Dua bersaudara, Kenji dan Kiyoshi Kamakami, terpaksa berduel oleh ayah mereka. Perseteruan itu membuat Kenji meninggalkan keluarga dan menjadi shinobi.

Dua dekade kemudian, Kenji kembali untuk menantang Kiyoshi. Saat duel berlangsung, Predator muncul dan membantai para penjaga. Dua bersaudara itu pun terpaksa bekerja sama melawan musuh yang jauh lebih kuat.

Dengan strategi matang, mereka berhasil memanfaatkan bom Predator untuk menjebaknya. Tubuh makhluk buas itu hancur oleh serangan kombinasi Kenji dan Kiyoshi. Namun, Kiyoshi tewas di akhir pertempuran. Kenji lalu ditangkap dan dijebloskan ke sel yang sama dengan Ursa.

Baca Juga: Venice Film Festival 2025 Diwarnai Aksi Solidaritas untuk Palestina

Bagian ketiga, The Bullet, berlatar Perang Dunia II di Florida, 1941. John Torres (Rick Gonzalez), seorang pilot muda, dipanggil ke medan perang. Ia menjadi penerbang pesawat tempur Wildcat.

Ketika sebuah objek asing menghancurkan skuadronnya, Torres sadar bahwa itu adalah teknologi Predator. Dalam duel udara menegangkan, Torres berhasil mengalahkan Predator dengan memanfaatkan kelicikannya.

Namun, setelah perang usai, Torres justru diculik oleh Predator dan dibawa ke tempat yang sama dengan Ursa dan Kenji. Ketiganya pun menyadari bahwa mereka adalah bagian dari perburuan besar.

Baca Juga: Animator Pakistan Junaid Miran Siap Gugat Film Animasi Merah Putih One For All atas Dugaan Plagiarisme

Dalam epilog, Ursa, Kenji, dan Torres bangun di sebuah arena di planet asing. Mereka dipaksa bertarung satu sama lain oleh Panglima Perang Predator, atau kalung di leher mereka akan meledak.

Alih-alih saling membunuh, mereka justru bekerja sama melawan monster raksasa yang dilepaskan Predator. Torres bahkan menewaskan makhluk itu dari dalam tubuhnya.

Meski berhasil menonaktifkan kalung, pelarian mereka tidak mudah. Kenji kehilangan satu lengannya, sementara Ursa memilih berkorban demi menyelamatkan rekan-rekannya.

Baca Juga: Legenda Kelam Malin Kundang: Adaptasi Modern Kisah Rakyat Siap Tayang di Bioskop November 2025

Adegan penutup menampilkan Ursa tak sadarkan diri di dalam tabung stasis. Ia ditempatkan bersama pejuang manusia lain yang pernah melawan Predator, termasuk Naru dari film Prey.

Film ini menegaskan bahwa Predator: Killer of Killers bukan hanya soal perburuan, melainkan kisah keberanian, pengorbanan, dan pertarungan abadi melawan predator dari luar angkasa.