PEPO.id - Film Bolehkah Sekali Saja Aku Menangis menggambarkan kisah seorang wanita bernama Tari yang sejak kecil hidup dalam bayang-bayang kekerasan rumah tangga. Cerita dibuka dengan Tari yang bergabung di komunitas Life Match, tempat orang-orang berbagi cerita dan mendapat dukungan emosional.

Tari tumbuh pendiam, sering menyalahkan diri sendiri, dan menjadi people pleaser. Sehari-hari ia menyaksikan pertengkaran orang tua, ayah yang temperamental, dan ibu yang kerap menjadi korban kekerasan fisik maupun verbal. Kakaknya, Bunga, memilih kabur dari rumah dan tak pernah kembali.

Suatu pagi, Tari mengajak ibunya pindah ke kos demi hidup lebih bebas sambil melanjutkan usaha kue pesanan. Namun sang ibu menolak, merasa dirinya “baik-baik saja” meski terus menghadapi amarah suami.

Baca Juga: Sabtu Bersama Bapak: Warisan Pesan Kehidupan dari Sosok Ayah untuk Anak-anaknya

Di kantor, sifat Tari yang tak enakan membuatnya dimanfaatkan rekan kerja, bahkan untuk hal sepele seperti membelikan kopi. Pertemuan tak sengaja di lift mempertemukannya dengan Baskara, mantan atlet basket sekaligus rekan sekantor.

Dimas, teman Tari, menyarankan ia ikut program ide terbuka di kantor untuk peluang promosi. Namun, saat pesta kantor, Tari memilih menyendiri. Sementara itu, Jaka membuat Baskara marah hingga terjadi keributan. Dalam keadaan mabuk, Baskara muntah di depan Tari.

Sepulang kerja, Tari kembali berkumpul dengan komunitasnya. Ia mendapat brosur konselor untuk membantu keluarganya. Namun, saat brosur itu sampai ke tangan ibunya, ayah Tari meledak marah, menganggap hal itu sebagai penghinaan.

Baca Juga: Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Wujudkan Rumah Impian di Tengah Konflik Keluarga dan Cinta

Di kantor, Baskara akhirnya memilih Tari sebagai partner dalam proyek ide terbuka. Syaratnya, ia membantu Tari mencari tempat kos. Upaya membujuk ibunya pindah akhirnya berhasil, dan mereka meninggalkan rumah sebelum sang ayah pulang.

Tari juga mengajak Baskara bergabung ke komunitasnya. Malam harinya, Baskara mendapat telepon dari adiknya yang mengingatkan ulang tahun ibu mereka. Terungkap, Baskara merasa gagal karena tak melanjutkan prestasi sang ayah yang juga atlet basket.

Suatu hari, ayah Tari mencari keberadaannya di kantor, tapi Dimas berhasil mengalihkan. Adik Baskara datang memberi kabar akan menikah, namun syarat orang tua adalah Baskara pulang. Ia menolak.

Baca Juga: Kisah Haru My Annoying Brother Versi Indonesia: Persaudaraan, Pengorbanan, dan Asa di Tengah Derita

Hubungan Tari dan Baskara semakin dekat. Namun suatu malam, ayah Tari mendadak muncul di kos, memaksa mereka pulang. Baskara menghajarnya demi melindungi Tari. Sejak itu hubungan keduanya renggang.

Lama tak pulang, Baskara akhirnya kembali ke rumah orang tua. Ia baru tahu bahwa sang ayah tak pernah menuntutnya menjadi atlet, melainkan pria bertanggung jawab. Kesalahpahaman itu pun terurai.

Baskara mengembalikan ikan peliharaan Tari, Cipto, dan meminta maaf. Mereka kembali bekerja sama dalam proyek bertema ikan. Sementara itu, Tari mencoba mengajak ayahnya ke psikolog, tapi malah membuatnya marah.

Baca Juga: Angel Pol: Ketika Musik, Rakyat, dan Cinta Menjadi Satu Panggung

Melihat suaminya terus kasar, ibu Tari akhirnya memutuskan pergi. Dengan bantuan teman-teman komunitas, termasuk Baskara, mereka berhasil meninggalkan rumah. Tari merasakan kebebasan yang selama ini diimpikan.

Baskara mengungkapkan perasaannya, namun Tari meminta waktu untuk saling mengenal lebih dalam. Ia kemudian mewujudkan impian membuka toko kue bersama ibunya. Bunga pun pulang memberi dukungan.

Suatu ketika, Tari melihat ayahnya bergabung di komunitas orang tua. Sang ayah mengaku dibesarkan dengan kekerasan, menyesali perbuatannya, dan meminta maaf. Ia memberi Tari seekor ikan baru agar Cipto tak kesepian.

Baca Juga: Keluarga Super Irit: Kisah Haru Perjuangan Keluarga Kecil Bertahan di Tengah Keterbatasan

Cerita berakhir dengan hubungan keluarga yang mulai membaik, meski banyak pertanyaan dibiarkan terbuka: apakah Tari benar-benar bisa berdamai dengan ayahnya, dan bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Baskara.