PEPO.id - Di tahun 1944, kapal perang milik Jepang tengah mengangkut para tawanan asal Inggris dalam kondisi mengenaskan. Para tahanan terlihat lemah, kelaparan, dan terluka. Di antara mereka, seorang prajurit Jepang bernama Saito ikut menjadi tawanan karena dianggap berkhianat. Ia dijatuhi hukuman gantung dan akan dieksekusi bersama tahanan Inggris bernama Bronson.

Eksekusi yang direncanakan tak berjalan lancar karena kapal tiba-tiba diserang pasukan sekutu. Ledakan mengguncang dek kapal, menciptakan kekacauan besar. Di tengah hiruk-pikuk itu, Saito dan Bronson berhasil melompat ke laut, menyelamatkan diri sebelum kapal tenggelam.

Keesokan harinya, ombak menggiring tubuh mereka ke sebuah pulau terpencil. Dalam kondisi terikat rantai dan kelelahan, mereka berdua harus mulai berjuang untuk bertahan hidup. Meski berasal dari dua kubu musuh, keduanya akhirnya sepakat bekerja sama.

Baca Juga: Petualangan Jumbo Bocah Pendongeng yang Menemukan Sahabat Hantu dan Keberanian di Atas Panggung

Saat menjelajah pulau, mereka menemukan sisa-sisa reruntuhan kapal, jasad-jasad tentara, dan perlengkapan perang seperti makanan dan senjata tajam. Di tengah perjalanan, makhluk misterius dari laut menyerang Bronson dan melukainya. Saito berhasil menyelamatkannya, namun kebingungan dengan makhluk aneh itu.

Dalam kebersamaan yang terpaksa, keduanya mulai membangun rasa saling percaya. Mereka berbagi cerita meskipun terbatas oleh bahasa. Rantai yang mengikat kaki mereka akhirnya berhasil diputus menggunakan roda gigi logam yang dimodifikasi menjadi alat pemotong.

Namun kedamaian mereka kembali terusik ketika dua tentara Jepang lainnya datang bersama seorang tawanan asal Indonesia bernama Yanto. Saito menyembunyikan Bronson dan mencoba menghadapi rekan senegaranya. Sayangnya, mereka segera menyadari bahwa Saito adalah pengkhianat.

Baca Juga: Sore Istri dari Masa Depan Film yang Tidak Hanya Ditonton tapi Dirasakan

Ketegangan meningkat, namun sebelum konflik pecah, sosok “orang ikan” muncul dan menyerang. Salah satu tentara tewas seketika. Bronson muncul dari persembunyian dan membantu Saito melawan musuh, namun situasi memaksa mereka kabur ke dalam hutan.

Setelah terpisah karena jatuh ke jurang, Saito dan Bronson bertahan dengan luka serius. Bronson nyaris diserang monster, tapi menyaksikan monster itu mengalahkan buaya membuatnya sadar akan bahaya yang lebih besar.

Saito menemukan bangkai monster dengan luka tembakan di kepala. Ia menyimpulkan bahwa kepala adalah titik lemahnya. Ia lalu menemukan puing pesawat dan berbagai senjata, hingga akhirnya bertemu lagi dengan Bronson.

Baca Juga: Pertarungan Hidup dan Mati di Dunia Pascazombie: Kisah Menegangkan Film 28 Years Later

Di dalam goa, mereka menemukan bayi duyung, anak dari monster. Bronson berniat membunuhnya, namun Saito menolak karena khawatir justru membuat monster marah. Mereka merancang rencana memancing monster ke dalam goa dengan rudal dari pesawat.

Rencana terganggu saat monster menyerang. Dalam pertempuran sengit, Bronson terluka parah dan memilih mengorbankan diri dengan meledakkan rudal demi menyelamatkan Saito. Namun monster berhasil selamat dari ledakan dan mengejar Saito ke pantai.

Saito menipu monster dengan umpan mayat dan berhasil menyerangnya. Namun ia tak membunuh makhluk itu karena sang monster melarikan diri. Ia menyalakan pistol flare sebagai sinyal bantuan dan akhirnya dievakuasi oleh kapal penyelamat.

Baca Juga: Petaka Gunung Gede Film Horor yang Ramai Ditonton tapi Sarat Kritik

Saat diinterogasi, terungkap alasan Saito menjadi tawanan: ia membunuh jenderal yang kejam. Untuk mengenang Bronson, ia menyalakan sebatang rokok dan menatap pulau tempat mereka bertahan dengan luka dan kenangan. Film pun berakhir.