PEPO.id - Film horor terbaru The Ritual mengajak penonton menyelami kisah nyata dari salah satu kasus eksorsisme paling terkenal dan terdokumentasi di Amerika Serikat. Peristiwa ini berlangsung pada tahun 1928 di Earling, Iowa, dan didasarkan pada catatan Pastor Joseph Steiger.
Film dibuka dengan adegan dramatis. Pastor Joseph digambarkan keluar dari sebuah ruangan, menundukkan kepala untuk berdoa sebentar, lalu kembali masuk. Saat pintu terbuka, seorang perempuan dalam gaun putih berteriak histeris dan menghantam dinding dengan tubuhnya.
Cerita kemudian mundur sembilan hari sebelumnya. Pastor Joseph Steiger digambarkan sedang berkhotbah di Gereja St. Joseph, Earling. Ia menyerukan jemaat untuk menguatkan diri dalam iman dan melawan godaan iblis. Seusai misa, ia menerima ucapan duka atas meninggalnya sang saudara.
Baca Juga: Sorry, Baby: Film Menggugah Tentang Trauma, Persahabatan, dan Harapan Baru
Usai kebaktian, Uskup Edwards memberikan laporan medis mengenai seorang perempuan bernama Emma Schmidt. Meski dokter tidak menemukan gangguan fisik, Emma justru menunjukkan perilaku ganjil, seperti mendesis setiap kali melihat gereja. Edwards mengusulkan agar dilakukan ritual pengusiran setan.
Pada awalnya, Pastor Steiger skeptis. Ia menyarankan agar Emma menjalani perawatan medis modern. Namun, setelah diyakinkan bahwa semua cara telah ditempuh tanpa hasil, ia akhirnya setuju. Ritual pun diputuskan dilakukan di parokinya.
Emma kemudian dibawa secara diam-diam ke gereja agar terhindar dari sorotan publik. Saat ditemui, ia tampak lemah dan terus memegang surat untuk ibunya yang telah meninggal. Pastor Theophilus Reisinger, seorang Kapusin berpengalaman, ditunjuk memimpin eksorsisme.
Baca Juga: Night Always Comes: Kisah Kelam Perjuangan Lynette Melawan Putus Asa Demi Rumah Keluarganya
Theophilus menegaskan bahwa ritual ini harus dilakukan setiap malam dengan disiplin ketat. Ia meminta bantuan beberapa suster serta menugaskan Steiger mencatat seluruh kejadian. Namun sejak awal, Emma menunjukkan penolakan keras bahkan terhadap makanan yang disajikan.
Ritual pertama dimulai dengan doa litani. Theophilus mengingatkan bahwa iblis akan berusaha menipu, memecah belah, dan menjerumuskan mereka. Suasana mencekam langsung terasa ketika Emma berteriak dan tubuhnya mulai memberontak.
Ritual-ritual berikutnya semakin intens. Emma dikekang demi keselamatan semua pihak. Tubuhnya mengalami kejang hebat, benda-benda di ruangan bergerak sendiri, dan suara kerasukan mengejek masa lalu Steiger dengan menyebut kematian saudaranya.
Baca Juga: Lilo & Stitch: Petualangan Persahabatan, Ohana, dan Kehangatan di Bumi
Ketegangan juga muncul di antara para rohaniwan. Steiger menuduh gejala Emma menyerupai epilepsi, namun Theophilus menegaskan bahwa iblis tengah mempermainkan mereka. Perbedaan pandangan ini hampir menggagalkan konsentrasi tim.
Situasi makin rumit saat terungkap bahwa Theophilus pernah gagal dalam eksorsisme Emma ketika ia masih muda. Trauma masa lalu sang pastor menambah beban psikologis di tengah ritual yang semakin berbahaya.
Di sisi lain, para suster juga mulai diganggu fenomena supranatural. Ada yang melihat sosok berjubah hitam, mendapati luka aneh di tubuh, hingga merasa kehilangan kendali diri. Desas-desus tentang ternak tidak menghasilkan susu juga menambah keresahan jemaat.
Baca Juga: F1: The Movie: Perjuangan Sonny Hayes, Balapan, dan Penebusan di Dunia Formula 1
Pada puncak ritual keenam, Emma berteriak-teriak dengan suara bukan miliknya. Ia menyinggung luka batin Steiger dan mencoba memprovokasinya agar menyerah. Kondisi ini hampir membuat tim kehilangan kendali.
Ketika rantai pengikat Emma tiba-tiba terlepas, ia sempat menghilang dan ditemukan di ruang bawah tanah gereja. Tubuhnya lemah, nyaris tidak bernapas, sebelum kembali dirasuki. Theophilus pun memimpin doa terakhir dengan seluruh kekuatan iman.
Pertempuran batin berlangsung sengit. Doa para pastor dan suster akhirnya memaksa roh-roh jahat meninggalkan tubuh Emma. Dalam tangis lega, Emma sadar kembali, menandai berakhirnya rangkaian pengusiran setan yang melelahkan.
Baca Juga: The Bad Guys 2: Aksi Baru, Identitas Ganda, dan Perburuan Phantom Bandit
Film ditutup dengan teks penjelas. Diceritakan bahwa perdebatan soal kondisi Emma Schmidt masih berlangsung hingga kini. Namun setelah peristiwa 1928 itu, ia hidup tenang. Sementara Pastor Theophilus dan Steiger terus melayani hingga akhir hayat mereka.
Eksorsisme terhadap Emma Schmidt kemudian tercatat sebagai salah satu kasus paling rinci dan terdokumentasi dalam sejarah Amerika. Catatan Pastor Steiger bahkan menjadi rujukan bagi banyak artikel, buku, hingga film, termasuk The Ritual yang kini hadir di layar lebar.
