PEPO.id -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa proposal 10 poin yang diajukan oleh Iran layak dijadikan dasar negosiasi. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Sebagai bentuk langkah awal menuju diplomasi, Trump menyetujui gencatan senjata selama dua minggu.
Namun, ia memberikan syarat penting, yakni pembukaan akses di Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik krusial dalam konflik.
Baca Juga: Donald Trump Keok Ngaku Kalah Usai Gencatan Senjata 2 Minggu dengan Iran
Peran Pakistan dalam Upaya Perdamaian
Dalam pernyataannya di media sosial pada Selasa, 7 April 2026, Trump mengungkap bahwa keputusan tersebut tidak lepas dari peran Pakistan. Ia mengaku mendapat dorongan atau bujukan dari pihak Pakistan untuk membuka jalur komunikasi dengan Iran.
Trump juga menyampaikan optimismenya bahwa kesepakatan gencatan senjata ini akan diterima oleh kedua pihak, baik Amerika Serikat maupun Iran, sebagai langkah menuju stabilitas kawasan.
Klaim Keberhasilan Operasi Militer AS
Terkait penghentian serangan, Donald Trump mengklaim bahwa operasi militer Amerika Serikat telah mencapai target yang diinginkan.
Ia juga menambahkan bahwa proses menuju perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah saat ini sudah berada pada tahap yang sangat maju. Hal ini menjadi alasan utama di balik keputusan untuk menghentikan sementara aksi militer.
Baca Juga: Bupati Bogor Kaji Bus Wisata Terbuka Rute Pakansari-Puncak, Targetkan Dongkrak Ekonomi Daerah
Iran Sebut Gencatan Senjata sebagai Kemenangan
Di sisi lain, Iran memiliki pandangan berbeda. Pihak Iran menilai bahwa Trump sebenarnya terpaksa menerima proposal 10 poin yang diajukan.
Bahkan, gencatan senjata tersebut disebut sebagai “kekalahan bersejarah” bagi Amerika Serikat. Narasi ini diperkuat oleh laporan media pemerintah Iran, Tasnim News Agency, yang merilis rincian proposal tersebut pada Rabu, 8 April 2026.
Daftar 10 Poin Proposal Iran
Berikut adalah 10 poin utama yang diajukan Iran dalam negosiasi dengan Amerika Serikat:
- Komitmen Amerika Serikat untuk menjamin non-agresi terhadap Iran
- Pengakuan atas kontrol berkelanjutan Iran di Selat Hormuz
- Pengakuan hak Iran dalam pengayaan uranium
- Pencabutan seluruh sanksi primer
- Pencabutan seluruh sanksi sekunder
- Pembatalan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Iran
- Pembatalan resolusi Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional
- Pembayaran kompensasi atas kerugian yang dialami Iran
- Penarikan pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan
- Penghentian konflik di seluruh front, termasuk di Lebanon
Dampak bagi Stabilitas Timur Tengah
Kesepakatan gencatan senjata ini menjadi titik penting dalam dinamika geopolitik Timur Tengah. Meskipun masih bersifat sementara, langkah ini membuka peluang bagi dialog yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran.
Namun demikian, perbedaan narasi antara kedua pihak menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian permanen masih penuh tantangan.
Keputusan Donald Trump untuk menyetujui proposal Iran menandai babak baru dalam hubungan kedua negara. Di satu sisi, langkah ini dipandang sebagai strategi diplomasi, sementara di sisi lain dianggap sebagai bentuk tekanan dari Iran.
Dengan berbagai kepentingan yang terlibat, dunia kini menantikan apakah gencatan senjata ini benar-benar menjadi awal dari perdamaian atau hanya jeda sementara dalam konflik yang lebih besar.




