PEPO.ID — Bupati Bogor Rudy Susmanto membuka peluang relokasi bagi warga Kampung Cicerewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, yang setiap tahun terdampak banjir bandang.

Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan tahapan pembangunan hunian baru dapat dimulai pada 2026.

Langkah ini diambil menyusul banjir yang kembali melanda kawasan tersebut dan menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

Menurut Rudy, relokasi menjadi salah satu opsi jangka panjang untuk memutus siklus banjir yang berulang di wilayah itu.

Baca Juga: Pasca Diterjang Puting Beliung, Bupati Bogor Pastikan Pakansari Tetap Siap untuk Liga 2 dan Bazar Ramadan

Namun, ia menegaskan bahwa proses pemindahan warga tidak akan dilakukan secara sepihak.

Pemerintah akan mengedepankan dialog dan musyawarah sebelum mengambil keputusan final.

“Kita tidak bisa serta-merta memindahkan warga. Semua kebijakan harus dibicarakan dan disepakati bersama masyarakat,” ujar Rudy kepada wartawan di Cibinong, Jumat (13/2/2026).

Pemkab Bogor, lanjutnya, telah menerima prasarana umum dari pengembang perumahan yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi relokasi.

Lahan tersebut diproyeksikan untuk menampung warga yang selama ini tinggal di zona rawan banjir, termasuk di wilayah Desa Bojong Koneng.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menyediakan hunian sementara bagi warga terdampak.

Baca Juga: Rudy Susmanto Pastikan Penanganan Banjir dan Puting Beliung Sudah Terkoordinasi

Dengan ketersediaan lahan yang kini sudah ada, tahapan pembangunan rumah permanen diharapkan mulai berjalan tahun ini.

“Mudah-mudahan 2026 sudah bisa masuk tahap pembangunan. Lahannya sudah tersedia, tinggal kita siapkan proses berikutnya,” kata Rudy.

Di sisi lain, harapan relokasi juga datang dari warga. Suryati (46), salah satu warga Kampung Cicerewed, mengaku lelah menghadapi banjir yang rutin datang setiap tahun.

Ia berharap pemerintah benar-benar menyiapkan tempat tinggal yang aman dan bebas dari ancaman banjir.

“Kalau bisa direlokasi ke tempat yang nyaman dan tidak kebanjiran. Sudah capek, bukan cuma tenaga tapi juga pikiran,” ujarnya.

Pemerintah daerah menilai relokasi menjadi solusi strategis selain normalisasi sungai dan pembenahan sistem drainase.

Dengan pendekatan terpadu, Pemkab Bogor berharap risiko bencana di kawasan Babakan Madang dapat ditekan sekaligus memberikan kepastian hunian yang lebih layak bagi warga terdampak.***