BOGORINSIDER.com — Rudy Susmanto menegaskan komitmennya menjadikan pelestarian sejarah sebagai salah satu pilar utama dalam memperkuat identitas Kabupaten Bogor di tengah arus pembangunan yang terus berkembang.

Upaya tersebut ditunjukkan melalui penelusuran langsung jejak sejarah di sejumlah wilayah, mulai dari Kecamatan Cisarua hingga Ciawi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk menggali kembali potensi sejarah yang selama ini tersembunyi.

Dalam penelusuran tersebut, berbagai temuan penting berhasil diidentifikasi, di antaranya makam peninggalan era kolonial Belanda, bangunan rumah bersejarah yang telah berdiri sejak dekade 1930-an, hingga jejak kejayaan perkebunan teh dan kina yang pernah menjadi penggerak ekonomi kawasan Puncak.

Baca Juga: Sport Center Rancabungur Dibangun, Rudy Susmanto Pastikan Tenaga Kerja Lokal Diutamakan

Selain itu, keberadaan makam tokoh seperti Dr. M. Goenawan Parto Widigdo serta kompleks pemakaman keluarga Johannes van den Bosch turut memperkaya narasi sejarah Kabupaten Bogor yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan bangsa di masa lampau.

Menurut Rudy, pelestarian sejarah bukan sekadar menjaga peninggalan fisik, melainkan juga merawat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Sejarah adalah akar yang menguatkan arah pembangunan kita ke depan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa setiap warisan sejarah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga dan dihargai.

Dengan memahami sejarah, masyarakat diharapkan dapat mempertahankan identitas sekaligus memperkuat karakter daerah.

Baca Juga: Menuju 2027, Rudy Susmanto Ajak Semua Elemen Bersatu Bangun Kabupaten Bogor

Lebih lanjut, pelestarian ini juga diarahkan untuk membuka peluang pengembangan sektor wisata berbasis sejarah yang edukatif dan berkelanjutan.

Dengan demikian, selain menjaga warisan budaya, langkah ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan upaya pelestarian akan terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga setiap jejak sejarah tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga berperan dalam membentuk masa depan daerah.***