PEPO.id — Proses penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, kini memasuki tahap pembongkaran taktis tumpukan sampah.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengonfirmasi bahwa metode khusus dengan membelah gundukan limbah setinggi belasan meter diterapkan demi menjangkau dan mematikan bara api yang terperangkap di kedalaman.
Upaya ini dikebut oleh tim gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara maraton hingga menjelang subuh, Kamis (10/9/2026).
Rudy menjelaskan, gundukan sampah yang sudah mengendap puluhan tahun memiliki karakteristik mirip lahan gambut. Kepadatan material limbah padat menyebabkan bara api terus menyala di bagian dalam meski tampak padam di permukaan.
“Mesin terus berjalan. Hari ini kita bergotong royong bersama-sama masuk ke wilayah Kota Bogor, kita padamkan api. Beberapa gundukan yang mengeluarkan asap kita pecah, kita bongkar, setelah itu kita semprot dan dinginkan semuanya,” kata Rudy Susmanto di lokasi.
Ia menggambarkan rumitnya dinamika pemadaman di mana asap pekat langsung menyembur keluar saat ekskavator membelah lapisan sampah setinggi lebih dari 10 meter tersebut.
Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Pastikan Operasional TPSA Galuga Pulih Bertahap
“Pada saat dibongkar, tiba-tiba keluar asap mengepul warna hitam. Itu sebenarnya di dalamnya masih ada bara api yang menyala. Kalau tidak kita bongkar, ditunggu satu, dua, tiga hari tidak akan pernah mereda apinya,” jelasnya.
Target percepatan pendinginan hingga subuh dipatok agar arus truk pengangkut sampah rumah tangga dari wilayah Kabupaten maupun Kota Bogor dapat kembali beroperasi secara bertahap tanpa memicu penumpukan di permukiman.
“Kita kebut sampai jelang subuh. Subuh truk sampah mulai masuk, kemudian kita atur durasinya beberapa jam berjalan. Sampah dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor tidak bisa kita biarkan ada di tengah kota, harus masuk ke TPA,” tegas Rudy.
Sebagai bentuk perlindungan kepada warga terdampak asap, Pemkab Bogor menyiagakan empat posko kesehatan dan menyalurkan bantuan sosial melalui Dinas Sosial.
“Prinsip kami keselamatan masyarakat itu yang paling utama. Kami mohon maaf kalau belum maksimal, tetapi kami upayakan semua tertangani satu per satu,” tuturnya.
Rudy menegaskan kolaborasi lintas daerah akan terus digalang mengingat arah angin yang dinamis dapat membawa dampak bagi kedua wilayah jika tidak dituntaskan bersama.
“Kita tidak boleh terlena walaupun sudah tidak terlihat api. Potensi api masih bisa muncul. Penanganan kebakaran ini tidak bisa sendiri-sendiri, harus bersama-sama antara Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor,” pungkasnya.***



