PEPO.id — Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor memperkuat kebersamaan dan menjaga persatuan di tengah beragam perbedaan yang ada. Seruan itu disampaikan saat mengikuti penjemputan bendera pusaka milik Pemkab Bogor di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Ahad (9/8/2026).
Menurut Rudy, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga momentum untuk mengingat kembali semangat perjuangan para pahlawan yang berhasil mempersatukan bangsa di tengah berbagai perbedaan.
“Dari tempat bersejarah ini kita diingatkan bahwa bangsa Indonesia bisa merdeka karena rakyat bersatu. Karena itu, jangan biarkan perbedaan memecah kebersamaan kita,” ujar Rudy.
Ia menegaskan bahwa persatuan merupakan kekuatan utama dalam membangun Kabupaten Bogor dan Indonesia. Seluruh elemen masyarakat, menurutnya, harus mampu menyatukan pikiran, tenaga, dan semangat untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Baca Juga: Tour de Malasari Seri Kedua Diikuti Peserta Mancanegara, Bupati Bogor Siapkan Wisata Kelas Dunia
“Yang harus kita satukan adalah tujuan kita, yaitu membangun Bogor bersama-sama dan menjaga Indonesia tetap kuat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rudy juga menilai Rumah Sejarah Malasari memiliki makna penting bagi perjalanan Kabupaten Bogor. Bangunan yang pernah menjadi kantor Bupati Bogor pada masa revolusi fisik tersebut menjadi saksi perjuangan dan pengabdian para pejuang mempertahankan kemerdekaan.
Ia menjelaskan bahwa bendera pusaka yang dijemput bukan sekadar simbol seremonial, melainkan pengingat akan semangat pengorbanan, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air.
“Bendera ini membawa pesan bahwa para pahlawan telah memberikan teladan tentang bagaimana perbedaan dapat disatukan demi kepentingan bangsa,” ucap Rudy.
Baca Juga: Peringati HUT RI ke-81, Bupati Bogor Hidupkan Kembali Spirit Revolusi di Desa Malasari
Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, perjalanan menuju Malasari yang tidak singkat menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dan kebersamaan masih hidup di tengah masyarakat Kabupaten Bogor.
“Saya mengapresiasi bapak dan ibu yang datang ke Malasari. Kehadiran ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan kepada bangsa masih terjaga,” tuturnya.
Ia berharap momentum penjemputan bendera pusaka dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan gotong royong, kepedulian sosial, dan kerja bersama yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Bagi Rudy, semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui upacara dan seremoni semata. Nilai-nilai perjuangan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kerukunan dan memperkuat solidaritas antarwarga.
“Kalau para pahlawan dulu bersatu untuk merebut kemerdekaan, maka tugas kita hari ini adalah bersatu untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan itu dengan karya dan kebersamaan,” pungkasnya.***



