PEPO - Gerakan Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) yang diinisiasi Bupati Bogor Rudy Susmanto kini menunjukkan hasil nyata.

Sejumlah kawasan yang sebelumnya dikenal semrawut dan kurang tertata mulai bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih bersih, rapi, dan nyaman bagi masyarakat.

Penataan dilakukan di berbagai titik strategis, di antaranya Pasar Citeureup, kolong fly over Cileungsi, pertigaan ITC, hingga kawasan Cisarua dan Cibinong.

Baca Juga: Temui KDM di Subang, Rudy Susmanto Pastikan Proyek Underpass Citayam–Bojonggede Masuk Proyek Strategis Jabar

Di lokasi-lokasi tersebut, perubahan fisik terlihat cukup signifikan. Area pasar yang dulu padat dan tak teratur kini lebih tertib, sementara kolong jembatan yang sempat terkesan kumuh telah dibersihkan dan dimanfaatkan dengan lebih optimal.

Program ini tidak hanya menyasar persoalan kebersihan atau penataan lapak pedagang.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga menertibkan kabel fiber optik yang sebelumnya terpasang tanpa pola dan menggantung di sejumlah ruas jalan.

Baca Juga: Rusy Susmanto Ajak Daerah Sepanjang Ciliwung Bersatu untuk Jaga Hulu: Jangan Tunggu Bencana!

Kabel-kabel tersebut kini mulai dirapikan guna meningkatkan aspek keselamatan pengguna jalan sekaligus memperbaiki estetika kawasan.

Langkah tersebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai perangkat daerah serta dukungan masyarakat setempat.

Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci keberhasilan gerakan ini, mengingat persoalan ketertiban dan kebersihan tidak bisa diselesaikan secara parsial.

Baca Juga: Pemkab Bogor Siapkan 220 Hektare Penghijauan, Fokus Perkuat Hutan Kota dan Resapan Air

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, Trantibum sejak awal dirancang sebagai gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat.

Ia ingin membangun budaya tertib yang dimulai dari pembenahan ruang publik sebagai wajah utama daerah.

“Trantibum harus berjalan konsisten dan merata. Ketertiban, kebersihan, dan kerapihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Hasilnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Rudy.

Menurutnya, perubahan yang mulai tampak di sejumlah titik menjadi bukti bahwa penataan yang dilakukan secara serius mampu memberikan dampak cepat dan konkret. Namun demikian, ia memastikan gerakan ini tidak berhenti pada lokasi-lokasi yang sudah ditangani.

Pemerintah daerah berencana memperluas cakupan Trantibum ke wilayah lain, termasuk melakukan pembenahan infrastruktur utilitas yang selama ini kurang tertata.

Baca Juga: Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Rapikan Reklame, Lingkungan dan Estetika Jadi Prioritas

Dengan sistem penataan yang lebih terintegrasi, Pemkab Bogor berharap wajah kota tidak hanya tampak lebih bersih, tetapi juga mencerminkan tata kelola yang modern dan terorganisir.

Lebih jauh, Trantibum diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga ketertiban merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah.

Ketika ruang publik tertata, aktivitas ekonomi berjalan lebih nyaman dan rasa aman masyarakat pun meningkat.

Transformasi yang kini mulai terlihat di berbagai sudut Kabupaten Bogor menjadi penanda bahwa pembenahan kota bukan hal yang mustahil dilakukan.

Dengan konsistensi kebijakan dan dukungan warga, gerakan Trantibum diharapkan terus memperkuat citra Bogor sebagai wilayah yang tertib, bersih, dan semakin layak huni.