PEPO.id – Wakil Bupati Bogor Jaro Ade menegaskan peringatan Hari Koperasi ke-79 di Kabupaten Bogor tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial.
Momentum tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata melalui penguatan koperasi, pemberdayaan pelaku UMKM, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang lebih berdaya saing.
Pernyataan itu disampaikan Jaro Ade saat menghadiri peringatan Hari Koperasi tingkat Kabupaten Bogor, Jumat (17/7).
Menurutnya, rangkaian kegiatan yang digelar merupakan bagian dari tindak lanjut peringatan nasional yang sebelumnya dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Bupati Bogor Lantik 14 Pejabat, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik Jadi Prioritas
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Koperasi dan UKM sengaja menyusun berbagai kegiatan yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga mampu memperkuat ekosistem koperasi dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Rangkaian Hari Koperasi ini kami kemas agar memberikan manfaat langsung. Selain pengukuhan pengurus Dekopinda, ada pameran UMKM hingga hiburan rakyat yang diharapkan dapat menggerakkan aktivitas ekonomi lokal," kata Jaro Ade.
Menurutnya, koperasi dan UMKM merupakan dua sektor yang saling melengkapi dalam membangun ekonomi daerah.
Karena itu, keduanya harus terus didorong tumbuh secara bersamaan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Rudy Susmanto Arahkan APBD 2027 untuk Bangun Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Kabupaten Bogor
Pada kesempatan tersebut, Jaro Ade mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Bogor memfokuskan penguatan koperasi pada tiga agenda utama.
Pertama, membenahi koperasi yang berada di lingkungan pemerintah daerah melalui peningkatan tata kelola, pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), serta pembinaan kepengurusan.
Kedua, memperkuat pembinaan terhadap sekitar 800 koperasi yang tersebar di Kabupaten Bogor agar semakin sehat, profesional, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi seluruh anggotanya.
"Kami ingin memastikan koperasi yang belum melaksanakan RAT maupun yang masih memerlukan pendampingan bisa berkembang menjadi koperasi yang sehat dan kuat," ujarnya.
Fokus ketiga adalah mengawal pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang telah terbentuk di 416 desa dan 19 kelurahan.
Pemerintah daerah menargetkan koperasi tersebut menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa.
"Koperasi Merah Putih akan terus kami dampingi secara bertahap. Yang pembangunannya sudah selesai akan segera diresmikan, sedangkan yang masih berproses akan kami percepat, termasuk mencari solusi apabila masih terdapat kendala lahan," jelasnya.
Menanggapi peluang sinergi Koperasi Merah Putih dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jaro Ade menilai koperasi harus mampu membangun kolaborasi dengan berbagai sektor ekonomi.
Menurutnya, koperasi merupakan bagian penting dalam rantai bisnis antarpelaku usaha. Persaingan tidak bisa dihindari, namun harus dijalankan secara sehat agar memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
"Yang terpenting adalah membangun kolaborasi. Persaingan boleh ada, tetapi harus sehat sehingga mampu mendorong kemajuan Kabupaten Bogor sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional," pungkasnya.***



