PEPO.id — Gagasan Bupati Bogor Rudy Susmanto menghidupkan kawasan Tegar Beriman melalui Car Free Day (CFD) mulai menunjukkan dampak nyata.
Ruang yang sebelumnya didominasi lalu lintas kendaraan kini berubah menjadi pusat aktivitas warga setiap akhir pekan, sekaligus etalase wajah baru Cibinong yang lebih tertata dan ramah publik.
Konsep tersebut mendapat apresiasi dari pengusaha nasional Jusuf Hamka, yang akrab disapa Baba Alun.
Ia menilai CFD Tegar Beriman bukan sekadar agenda olahraga rutin, melainkan bagian dari strategi penataan kota yang cerdas dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, perpaduan CFD dengan penataan Danau Kabantenan menghadirkan pengalaman berbeda bagi warga.
Baca Juga: Antusiasme Membludak, Kolaborun Siap Jadi Event Tahunan Kabupaten Bogor!
Kawasan itu kini lebih nyaman untuk berjalan santai, berolahraga, hingga berkumpul bersama keluarga.
“Danau Kabantenan ini baru dan sangat indah, bahkan mengingatkan saya pada danau di Italia, Lake Como,” ujar Baba Alun.
Perbandingan tersebut menegaskan potensi besar yang dimiliki kawasan tersebut. Lake Como dikenal sebagai destinasi kelas dunia dengan lanskap memikat dan atmosfer yang khas.
Baba Alun melihat peluang serupa pada Danau Kabantenan apabila pengembangannya dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Di balik perubahan itu, terdapat visi besar Rudy Susmanto dalam mengoptimalkan ruang terbuka publik.
CFD dijadikan pintu masuk untuk membangun budaya hidup sehat sekaligus memperkuat interaksi sosial warga.
Di sisi lain, penataan danau memperkaya dimensi estetika kawasan sehingga memiliki daya tarik visual dan potensi wisata.
Transformasi ini juga berdampak pada sektor ekonomi lokal. Kehadiran ribuan warga setiap akhir pekan membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berjualan dan memperluas pasar. Aktivitas ekonomi tumbuh berdampingan dengan ruang sosial yang inklusif.
Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan kawasan Tegar Beriman berkembang menjadi ikon ruang publik modern yang sehat dan membanggakan.
Melalui pendekatan tata kota yang lebih adaptif serta penguatan fungsi ruang bersama, pemerintah berharap tercipta ekosistem perkotaan yang produktif sekaligus humanis.***



