PEPO - Kolaborun dipastikan akan masuk dalam agenda tahunan Kabupaten Bogor setelah mendapat respons luas dan partisipasi lintas komunitas dalam penyelenggaraannya, Ahad 15 Februari 2026.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menilai kegiatan tersebut bukan sekadar ajang olahraga, melainkan simbol kebersamaan yang mampu menyatukan beragam elemen masyarakat dalam satu ruang yang inklusif.
Digelar bertepatan dengan Car Free Day di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Kolaborun awalnya dikemas sebagai lari santai.
Baca Juga: Target 2029 Bersih Sampah, Bogor Jadi Daerah Kunci Gerakan Nasional ASRI!
Namun di lapangan, kegiatan itu berkembang menjadi forum sosial yang mempertemukan mahasiswa, masyarakat umum, penyandang disabilitas, hingga penyintas kanker dalam suasana yang hangat dan setara.
“Kolaborun membuktikan bahwa kolaborasi mampu menyatukan banyak pihak. Ini bukan hanya olahraga, tetapi gerakan sosial yang positif,” ujar Rudy Susmanto usai melepas peserta.
Antusiasme Dan Semangat Inklusif Jadi Alasan Penetapan Tahunan
Rudy menegaskan, antusiasme peserta yang tinggi menjadi dasar kuat untuk menjadikan Kolaborun sebagai agenda rutin setiap tahun.
Baca Juga: Tutup Car Free Day Jelang Ramadan, Bupati dan Menteri LH Gaungkan Penghijauan di Hutan Kota
Kegiatan yang diinisiasi mahasiswa yang tengah pulang kampung saat masa libur itu menghadirkan dua kategori utama.
Kategori 5 kilometer diperuntukkan bagi mahasiswa dan masyarakat umum.
Sementara kategori 1 kilometer secara khusus dibuka bagi kelompok inklusif.
Kehadiran peserta disabilitas dan penyintas kanker menjadi sorotan tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Partisipasi mereka menegaskan bahwa ruang publik, termasuk olahraga, harus dapat diakses siapa pun tanpa diskriminasi.
Rudy menyebut keikutsertaan “anak-anak istimewa” sebagai momen membanggakan.
Hal itu sekaligus menjadi pengingat pentingnya menghadirkan kebijakan yang memberi ruang setara bagi seluruh warga.
Didukung Lintas Sektor dan Pejabat Nasional
Kolaborun juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq.
Turut hadir jajaran Forkopimda serta pimpinan TNI dan Polri di wilayah Bogor.
Kehadiran para pejabat tersebut mempertegas dukungan lintas sektor terhadap kegiatan berbasis partisipasi masyarakat.
Sinergi tersebut dinilai memperkuat pesan bahwa pembangunan sosial dan lingkungan tidak dapat berjalan sendiri.
Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat luas.
Baca Juga: Pemkab Bogor Siapkan Program Beasiswa, Satu Desa Satu Sarjana Jadi Prioritas Rudy Susmanto
Peserta dari Luar Daerah Ikut Meramaikan
Sejak pagi, kawasan Tegar Beriman dipadati peserta.
Sejumlah pelari bahkan datang dari luar Kabupaten Bogor.
Seorang peserta asal Cirendeu, Lebak Bulus, Jakarta, mengaku sengaja hadir setelah mengetahui informasi kegiatan melalui media sosial.
Ia menilai rute yang rindang serta udara sejuk khas Bogor membuat pengalaman berlari terasa berbeda dibanding kota besar lainnya.
Selain berlari, peserta juga menerima benih pohon secara gratis.
Ami dan Olin, dua peserta lainnya, menyebut pembagian benih sebagai pengalaman unik.
Mereka menganggap benih tersebut sebagai simbol kontribusi nyata terhadap penghijauan dan kepedulian lingkungan.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Kabupaten Bogor.
Perwakilannya, Restu, menilai Kolaborun menjadi contoh konkret olahraga masyarakat yang inklusif.
Menurutnya, kegiatan ini mampu merangkul kelompok disabilitas untuk tetap aktif dan produktif di ruang publik.
Penutup Car Free Day Jelang Ramadan
Kolaborun sekaligus menjadi penutup rangkaian Car Free Day terakhir sebelum memasuki bulan Ramadan.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat solidaritas sosial sekaligus menyampaikan pesan lingkungan.
Rudy menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada masyarakat Kabupaten Bogor.
Dengan rencana penetapan sebagai agenda tahunan, Kolaborun diproyeksikan menjadi ikon baru kegiatan publik di Bogor.
Tidak hanya sebagai event olahraga, tetapi sebagai gerakan sosial yang memperkuat kolaborasi, inklusivitas, dan kepedulian terhadap lingkungan di tengah masyarakat yang semakin majemuk.




