PEPO.id - Suhardiansyah, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung kembali menjadi sorotan usai terlibat skandal dengan mahasiswa Veni Oktaviana.

Kini, Suhardiansyah menghadapi konsekuensi serius atas skandal perselingkuhannya dengan Veni Oktaviana.

Diberitakan sebelumnya, skandal perselingkuhan antara Suhardiansyah dan Veni Oktaviana terungkap setelah warga menggerebek kediaman dosen muda tersebut pada 9 Oktober 2023.

Suhardiansyah dan Veni Oktaviana kemudian dibawa masyarakat ke Mapolres Lampung untuk memberikan informasi kepada pihak berwajib.

Baca Juga: 15 Kuliner Khas Sukabumi yang Wajib Dicicipi, Keunikan Makanannya Bikin Nagih

Dari informasi terbaru, Suhardiansyah kini telah berstatus PPPK non-aktif, keduanya telah 'Dipecat' dari UIN Raden Intan Lampung.

Tidak hanya itu, kelakuannya yang tidak senonoh tersebut mengancam stabilitas rumah tangga Suhardiansyah, yang saat ini berstatus sebagai seorang suami dan ayah dari dua orang anak.

Selain konsekuensi pekerjaan yang memburuk, Suhardiansyah juga mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat yang merasa marah atas kelakuannya.

Kini, ia dihadapkan pada kemungkinan penjara jika ada pihak yang merasa dirugikan dan memutuskan melaporkan tindakannya kepada pihak berwajib.

Baca Juga: Kisah Mistis Hutan Cifor Bogor, Diduga Terdapat Gerbang Menuju Dunia Gaib

Tak hanya itu, warga di lingkungan tempat tinggalnya, Perumahan Bahtera Indah Sejahtera, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, telah memutuskan untuk mengusir Suhardiansyah dari permukiman tersebut.

Mereka merasa bahwa tindakan cabul Suhardiansyah telah mencemarkan nama baik perumahan mereka.

Suhardiansyah, yang tinggal bersama istrinya, DP, dan dua anaknya, kini harus menghadapi tuntutan untuk pindah dari perumahan tersebut.

Ketua RT setempat, Aan, menyatakan bahwa warga setempat tidak lagi ingin menerima keberadaan Suhardiansyah di lingkungan mereka, dan mereka tidak ingin perbuatan serupa terulang di masa depan.

Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Telur Gulung, Tak Perlu Jajan ke Luar Rumah Lagi Moms

"Karena sudah merasa tercemar, sehingga warga tak mau menerima keberadaan dosen tersebut," ungkap Aan.

Masyarakat merasa tercemar oleh tindakan yang telah terjadi dan merasa perlu mengambil langkah tegas terhadap oknum dosen tersebut.***