PEPO.id - Awalnya, Michael dan Vanya menghabiskan waktu kurang dari sebulan dengan bahagia di rumah baru mereka. Saat mereka berbulan madu di rumah idamannya, kebahagiaan itu tiba-tiba berubah menjadi kenangan yang menakutkan.

Sebelum menikah, mereka sedikit demi sedikit menabung untuk membeli tanah dan membangun rumah baru.

Mereka berhasil mewujudkan impian tersebut. Namun, seringkali hidup tidak berjalan sesuai rencana.

"Kami membeli sebidang tanah di Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan membangun rumah di sana untuk tempat tinggal kami setelah menikah. Semua sesuai rencana," kata Vanya (39).

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Edukasi Ramah Anak di Tangerang, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

Vanya dan Michael resmi menikah pada Desember 2006 dengan segala prosesi adat Jawa Barat dan upacara gereja. Setelah itu, mereka mulai tinggal di rumah impian mereka.

"Suasana di sana sangat nyaman. Daerahnya belum terlalu ramai penduduknya. Meskipun agak sepi, itu adalah apa yang kami inginkan. Di dekat rumah, ada daerah rawa yang terhubung ke danau alami. Suami saya suka memancing di danau, jadi tempat itu cocok bagi kami," tambah Vanya.

Pada malam pertama di rumah baruku, semuanya tampak normal. Bahkan keesokan harinya, tidak ada hal aneh yang terjadi. Namun, sejak hari ketiga, mereka mulai diganggu oleh kejadian supranatural. Puncaknya terjadi pada hari ke 26, ketika berbagai hantu muncul di rumah mereka.

"Awalnya, kami hanya mendengar suara-suara aneh seperti bisikan. Terkadang, ada suara tangisan perempuan, anjing melolong terus-menerus, dan bahkan muncul sosok-sosok aneh di dalam rumah," kata Vanya.

Baca Juga: 8 Inspirasi OOTD Rok Non Hijab, Bikin Tampilan Makin Trendy dan Stylish

Pada hari ketujuh, ketika mereka kembali dari kerja, sudah larut malam. Mereka ingin masuk ke rumah, namun pintu tidak bisa dibuka dengan kunci biasa. Di dalam rumah, mereka juga mendengar suara-suara misterius.

"Kunci sudah diputar, tetapi pintu terasa sangat berat saat kami mencoba membukanya. Di dalam, kami mendengar suara lembut seperti suara perempuan yang marah dan mengucapkan kata-kata 'pergi, pergi!', diikuti dengan suara benda-benda jatuh," jelas Vanya.

Suami Vanya akhirnya menggunakan kekuatannya untuk membuka pintu dengan paksa. Ketika berhasil membukanya, mereka terkejut karena menemukan bahwa pintu telah diganjal dengan sofa, padahal saat mereka pergi bekerja, sofa berada di tempatnya.

Michael pun berjaga-jaga dengan memasang kuda-kuda karena khawatir ada seseorang yang masuk dan masih berada di dalam rumah. Mereka menyalakan semua lampu dan Michael bahkan mengambil besi panjang sebagai perlindungan.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Edukasi Tangerang 2024, Dijamin Bikin Liburan Makin Menyenangkan

"Saat kami memasuki kamar, tiba-tiba ada hembusan angin kencang yang keluar dari kamar menuju pintu utama. Suara siulan terdengar dengan jelas, dan beberapa barang jatuh, meskipun kipas angin tidak sedang menyala," cerita Vanya dengan serius.

Dengan cepat, Michael dan Vanya merapikan kembali isi rumah mereka dan mengunci pintu dari dalam. Vanya mulai merasa takut dengan kejadian aneh yang terus berulang. Setelah mandi, ia enggan berpisah dari suaminya hingga pagi hari.

Namun, pada hari ke-15, kejadian aneh kembali terjadi. Setelah kembali dari gereja, mereka menemukan rumah mereka dalam keadaan berantakan. Stok tepung sebanyak 3 kilogram untuk membuat kue (yang biasa dilakukan oleh Vanya) tiba-tiba tersebar di seluruh lantai, dari dapur hingga ruang tamu.

“Di atas tepung terigu yang berhamburan itu ada jejak aneh seperti binatang melata besar dan ada bekas seperti cakar-cakaran kaki. Kami tak habis pikir sebab di dalam rumah tidak ditemukan adanya tikus, kucing, atau anjing yang mungkin menjadi pelakunya,” terang Vanya keheranan.

Baca Juga: 10 Wisata Edukasi Terbaik di Tangerang, Cocok untuk Ajak si Kecil saat Libur Akhir Pekan

Rentetan kejadian aneh semakin membuat Vanya takut. Timbulah perasaan tidak betah. Sementara suaminya berusaha menghibur dan mengajak Vanya banyak berdoa. Rupanya, ajakan dan peneguhan suaminya tidak mempan. Vanya semakin tak tahan tinggal di rumah itu.

Pasalnya, sejak kejadian terigu berhamburan, setiap malam rumah itu seperti dikepung sosok-sosok aneh dan suara-suara menyeramkan. Doa sudah didaraskan namun badan Vanya tak bisa membebaskan diri dari merinding sepanjang malam.

“Ada sosok perempuan berbaju putih dan berambut panjang melongok dari jendela. Ada sosok-sosok pocong berkelebat dari kegelapan seperti mengamati rumah kami. Ada lolongan orang kesakitan, dan suara desisan makhluk yang tak kelihatan,” masih kata Vanya.

Puncaknya, malam ke-26 Vanya memaksa Michael meninggalkan rumah itu menuju rumah saudaranya di kampung sebelah.

“Malam itu turun hujan deras. Listrik padam. Padahal baru sekitar pukul 20.30 tapi udara terasa lembab dan gelap gulita. Dari jendela, terlihat rombongan sosok-sosok putih berdatangan menuju rumah kami. Saya ketakutan. Suami saya juga melihat, ia pun bingung harus berbuat apa,” sambungnya.

Baca Juga: 10 Inspirasi OOTD Rok Plisket, Cocok Digunakan untuk Jalan-jalan dan Acara Formal

Vanya merasa tak tahan dan merengek pada suaminya.

“Tiba-tiba listrik menyala. Rumah menjadi terang kembali. Sosok-sosok hantu yang menggeruduk rumah kami lenyap seketika. Hujan belum reda, tapi malam itu juga saya memaksa suami untuk meninggalkan rumah itu,” kata Vanya tegas.

Sejak malam itu, rumah Vanya dan Michael dibiarkan kosong tidak ditinggali. Seluruh perabotan kemudian diangkut secara bertahap. Mereka memutuskan mengambil rumah baru di satu perumahan yang masih berada di daerah Bogor.

“Saya pindah ke komplek perumahan yang ramai. Saya kapok dengan suasana sepi dan jauh dari tetangga. Sampai saya punya satu anak, saya tinggal di rumah yang baru ini hingga kini,” tambah Vanya.

Rumah Vanya yang ditinggalkan dan dibiarkan kosong akhirnya tak terurus dan rusak. Sebagian besar akhirnya roboh. Vanya dan Michel enggan rumah itu dikontrakkan maupun dijual. Ia masih berusaha mampu “menaklukkan” sosok-sosok hantu yang dulu mengganggu mereka.

Baca Juga: Kisah Horor Terowongan Kereta Api Paledang Bogor, Ada Penampakan Korban Kecelakaan

“Mungkin nunggu daerah itu ramai baru kami bangun lagi. Sementara, kami biarkan karena masih penasaran. Dari informasi kanan-kiri, dapat sih cerita mengapa daerah itu angker. Itu ada hubungannya dengan asal-usul situ yang ada di situ. Banyak roh halus menghuninya,” papar Vanya.

Sesuai informasi yang dikumpulkan Vanya, konon kawasan rawa-rawa situ atau danau dibangun sekitar tahun 1705 oleh orang Belanda yang dahulu membangun kawasan kota Depok lama, yakni Cornelis Chastelein. Situ dikeruk oleh para budak dan airnya diarahkan untuk mengairi lahan perkebunan yang ia miliki.

“Ada cerita sesepuh yang mengatakan, saat pembangunan ada seorang budak perempuan mati diterkam buaya siluman. Sejak itu tempat ini jadi angker. Pernah juga anak-anak mati tenggelam. Orang lain, ada yang mengatakan danau dihuni siluman ular serta banyak kuntilanaknya,” terang Vanya.***