PEPO.id - Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor menanggapi kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang dosen di kampus berinisial MDR.

Dugaan pelecehan seksual terjadi di kampus dan melibatkan seorang mahasiswa yang belum disebutkan namanya.

Kasus tersebut pertama kali mencuat setelah seorang yang mengaku sebagai korban pelecehan mengungkap kejadian tersebut melalui platform media sosial TikTok.

Nurdin Al-Azies, Direktur Humas Uika Bogor, mengungkapkan pihak kampus mengetahui adanya video viral yang mengungkap dugaan kejadian pelecehan seksual di kampus.

Baca Juga: Awas! 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Tingkatkan Resiko Penyakit Kanker

Namun pihak kampus mengaku belum menerima laporan resmi mengenai kejadian tersebut.

“Kabarnya baru tersebar dan kami ketahui kurang lebih magrib tadi. Sementara belum ada laporan sama sekali dari mahasiswi, sehingga baru akan kami proses besok. Insyallah akan segera kami panggil yang bersangkutan sesegera mungkin,” kata Nurdin, kepada wartawan pada Minggu (1/10).

Nurdin juga menjelaskan bahwa kampus telah mengambil langkah cepat dengan segera memulai penyelidikan terhadap kasus yang sebenarnya terjadi.

Selain itu, ia mendorong korban untuk segera melaporkan insiden ini kepada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) yang ada di Uika Bogor.

Baca Juga: Daftar Parfum Pria Terfavorit Tahun 2023, Wanginya Bikin Penampilan Makin Elegan

“Kami berharap, yang bersangkutan segera melaporkan kasus ini ke bagian satgas PPKS unit rekorat. Agar kasusnya bisa tertangani dengan benar. Semua informasi dan data pribadi dari korban akan kami pastikan terlindungi,” sambungnya.

Menurutnya, Uika Bogor berkomitmen akan menindak tegas siapapun yang terlibat dalam kasus kekerasan.

“Uika Bogor telah berkomitmen akan menindak tegas, siapapun yang terlibat kasus kekerasan apapun termasuk pelecehan terhadap mahasiswa maupun dosen,” ungkapnya.

“Terkait informasi yang baru saja kami dapatkan, perihal kasus yang dihadapi mahasiswi, pihak kampus sedang bertindak cepat dan sedang menyelidiki kasus yang sebenarnya terjadi,” ucapnya.***