PEPO.ID - Letusan Gunung Krakatau 140 tahun lalu adalah peristiwa alam yang luar biasa dan penuh gejolak. Bahkan, kisah letusan dahsyat itu mengguncang dunia dan mengubah langit Eropa menjadi gelap.
Dampaknya yang begitu besar menjadikannya salah satu letusan vulkanik terpenting dalam catatan sejarah manusia. Sehingga kali ini pun kita akan membahas letusan dahsyat tersebut.
Sebagaimana yang diketahui, bahwa letusan Gunung Krakatau begitu besar dan berdampak hingga mengguncang dunia dan mengubah langit Eropa menjadi gelap. Hal ini benar adanya.
Letusan Gunung Krakatau benar-benar dahsyat, sehingga kejadian tersebut selalu dikenang dalam kisah dan tercatat dalam sejarah dunia.
Walaupun ada letusan gunung lain yang memiliki kekuatan yang lebih dahsyat dalam sejarah, seperti letusan Gunung Tambora di Sumbawa pada tahun 1815.
Namun letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 tetap menjadi salah satu peristiwa vulkanologi paling penting dalam sejarah manusia. Karena dampaknya mengguncang dunia.
Ini bukan hanya karena skala intensitas dan dampaknya yang sangat besar, tetapi juga karena menjadi peristiwa yang berhasil disaksikan secara langsung oleh manusia saat itu.
Kejadian ini dimulai pada hari Minggu, tanggal 26 Agustus 1883, ketika suara gemuruh pertama kali terdengar seperti guntur dari kejauhan. Gunung Krakatau mengeluarkan jati dirinya.
Namun, suara ini semakin membesar seiring berjalannya waktu, diiringi oleh letusan-letusan kecil yang tak henti-hentinya. Bahkan Jakarta, Anyer, Serang, dan Bandung turut merasakan suara gemuruh ini.
Tanggal 27 Agustus 1883, dunia diguncang oleh ledakan dahsyat yang terjadi lima belas menit sebelum pukul 7 pagi.
Suara seperti tembakan meriam terdengar sangat dekat dan kuat, mengakibatkan semua orang di Jawa Barat, terutama di bagian barat, tidak bisa tidur dengan nyaman.
Dalam beberapa hari berikutnya, suasana semakin suram dengan hujan abu berwarna kuning keabu-abuan yang turun dan udara yang menjadi semakin berat.
Atmosfer menjadi semakin gelap dalam beberapa jam saja, sehingga lampu harus dinyalakan bahkan pada siang hari. Udara berubah mendung dengan langit berwarna kuning keabu-abuan.
Pada tengah hari, sesuatu yang mirip abu mulai mengisi jalanan, atap rumah, dan halaman penduduk. Ini bukanlah abu biasa karena tidak bisa disentuh dan lebih mirip uap air yang tak berbau namun terlihat dengan jelas.
Diperkirakan abu ini terbawa oleh angin ke seluruh dunia, mengubah warna matahari di Eropa menjadi biru dan hijau.
Meskipun ada perbedaan dalam laporan mengenai fenomena ini, seperti bau belerang yang menyengat dan hujan abu yang terjadi beberapa jam setelah letusan, dampak letusan Gunung Krakatau ini sangat mendalam bagi seluruh manusia yang menyaksikannya.
Letusan ini meninggalkan kesan yang tak terlupakan dengan cuaca yang berkabut, suhu yang menurun drastis, dan bau asam sulfat yang tajam.
Meskipun suasana akhirnya membaik menjelang pagi hari, letusan Gunung Krakatau tetap menjadi salah satu peristiwa paling luar biasa dan menggetarkan dalam sejarah alam manusia.
Letusan Gunung Krakatau tahun 1883 adalah peristiwa alam yang luar biasa dalam sejarah manusia. Selain mengakibatkan kerusakan fisik yang besar, letusan ini juga menciptakan efek unik pada langit dan matahari di Eropa.
Baca Juga: Deretan 10 Pulau Paling Angker di Indonesia, Menyimpan Banyak Misteri dan Kisah Horor Menyeramkan
Perubahan warna langit menjadi biru dan hijau disebabkan oleh pemantulan cahaya matahari oleh partikel asam sulfat di atmosfer.
Fenomena ini adalah contoh nyata bagaimana peristiwa alam dapat memengaruhi lingkungan, budaya, dan kehidupan sehari-hari manusia di seluruh dunia.
Kisah letusan dahsyat Gunung Krakatau adalah pengingat kuat akan kekuatan alam dan bagaimana kita harus selalu siap menghadapinya.
