PEPO.id - Jika Anda berpikir bahwa anak laki-laki hanya bermain game online dengan teman sekelasnya, maka Anda salah.
Untuk menjadi calon pemimpin, seorang anak laki-laki harus dikembangkan dengan pikiran baja dan hati yang mulia. Laki-laki harus bisa tumbuh menjadi pemimpin yang disegani, setidaknya dalam keluarga.
Pendidikan karakter sedang dilakukan oleh seorang anak laki-laki bernama Preliyan asal Lampung saat ini.
Ia bersekolah dari pagi hingga siang hari, setelah itu Preliyan harus kembali berkeringat dengan berjualan kue.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata dari Penggunaan Gadget yang Terlalu Lama
Sosok Preliyan pertama kali jadi pembicaraan warganet di sosial media setelah video singkat unggahan akun TikTok @fadlirespek menjamur di TikTok.
Hingga saat ini, kisah emosional Preliyan telah dilihat lebih dari 19 juta pengguna TikTok. Hampir 60.000 netizen turut mendoakan dan memberikan dukungan moril untuk Preliyan.
Lantas bagaimana perjuangan Preliyan ketika keadaan memaksanya mencari nafkah di usia muda? Inilah kisah lengkap emosi Preliyan.
Awalnya, pemilik akun tak sengaja berpapasan dengan Prelian yang sedang bersandar di makam ayahnya.
Baca Juga: Tiga Kali Jadi Janda Usai Kawin Cerai, Ini Dia 3 Profil Mantan Suami Nikita Mirzani
Dalam video singkat itu, Preliyan tampak mengungkapkan ketidaksenangannya. Sesekali ia terlihat sedang memoles batu nisan ayahnya.
Nyatanya, di makam sang ayah pun, Prelyan tak mampu meneteskan air mata yang sedari tadi bersembunyi di dadanya.
Sementara di belakangnya, terlihat sebuah kotak plastik dan keranjang warna biru. Ternyata keranjang dan kotak plastik itu adalah tempat dia menaruh kue.
Setelah singgah di rumah terakhir sang ayah, Preliyan nampak melanjutkan aktivitas berjualan kue di sepanjang jalan yang ditapakinya.
Baca Juga: Tips Mengatasi Kejenuhan Agar Hari-hari Dipenuhi Dengan Kebahagiaan, Simak Selengkapnya
Baru beberapa langkah menyusuri jalan raya, bocah SD itu berhenti dan menatap ke bawah. Rupanya dia sedang mengamati sepatunya.
Sepatu Preliyan ternyata sudah tidak layak untuk dipakai. Terdapat satu sisi sepatu yang ternyata jebol hingga ibu jarinya menyembul keluar.
Meski demikian, Preliyan tak ambil pusing. Ia tetap berjalan seolah sudah pasrah dengan kondisi dirinya yang memang serba kekurangan.
Dia terus berjalan melanjutkan jualan kuenya dengan berkeliling di satu tempat ke tempat lainnya.
Sayangnya, meski sudah berjualan keliling, tak satu pun kuenya yang laku terjual. Bocah SD itu pun memilih beristirahat di tangga sebuah toko.
Preliyan tampak sangat terpukul lantaran tak ada satupun orang yang berminat membeli jajakannya. Rasa lelah berjalan belasan kilo meter rasanya tak akan bisa terbalaskan jika dagangannya tak laku.
Pemilik akun @fadlirespek mengaku tak sanggup melihat perjuangan Preliyan yang memikul beban berat sejak kecil.
Akhirnya, Fadli memutuskan untuk menghampiri bocah dengan mental pejuang itu. Rupanya, Preliyan diberikan bantuan modal berupa kue-kue dari tetangganya.
Baca Juga: Resep Telur Sambal Matah Pedas dan Nikmat, Hidangan Sederhana yang Bisa Dibuat di Rumah
Bocah SD itu tampak meneteskan air mata. Mungkin teringat almarhum ayahnya atau merenungi nasib dirinya dan keluarganya.
Dia mengaku sudah lama ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh almarhum ayahnya. Untuk membantu ekonomi keluarga, dia harus berjualan kue sepulang dari sekolah.
Setiap pulang sekolah, Preliyan akan berkeliling menjajakan kue yang didapatnya dari warung tetangga.
Walau sering dibully, namun Preliyan tidak bisa berbuat apa-apa dan tetap berjualan kue.
Baca Juga: Objek Wisata Gresik Tersembunyi, Keindahannya Bikin Hati Menjadi Tenang
Katanya, kue yang dijualnya itu adalah titipan warung tetangganya. Bocah SD itu mengaku sering jadi korban bullying di sekolahnya karena jualan kue keliling.
Namun dia tidak ambil pusing dengan ejekan teman-temannya. Dia mengatakan akan terus berjuang keras demi hidup dan sekolahnya.
Untuk membantu ekonomi keluarga Preliyan, Fadli bersama sejumlah influencer juga warganet menggelontorkan sederet bantuan.
Seluruh bantuan tersebut diserahkan ke pada Preliyan melalui komunitas Resepek Peduli Lampung, ialah organisasi non profit dengan fokus untuk membantu warga Lampung yang membutuhkan.***

