PEPO.id - Asam urat di tangan menyebabkan nyeri dan bengkak pada sendi. Pahami berbagai pemicu seperti konsumsi makanan berpurin tinggi, alkohol, serta penggunaan obat tertentu, dan ketahui langkah pencegahannya.
Asam urat di tangan merupakan kondisi yang terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah, sehingga menimbulkan nyeri, bengkak, hingga peradangan di sendi tangan. Jika tidak segera ditangani, gangguan ini bisa semakin parah dan mengganggu aktivitas harian.
Penyakit ini bisa menyerang pergelangan tangan hingga jari-jari. Rasa nyeri yang muncul bisa datang secara tiba-tiba dan berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu. Dalam kondisi kronis, penderita dapat mengalami benjolan di area sendi yang disebut tophi.
Baca Juga: Cara Mudah Menurunkan Asam Urat Menggunakan Bahan Alami, Dijamin Ampuh dan Manjur
Tophi memang tidak selalu menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat merusak struktur sendi dan menurunkan kepercayaan diri akibat penampilan yang terganggu. Maka dari itu, penting untuk mengenali apa saja penyebab serta bagaimana cara mencegahnya.
1. Konsumsi makanan tinggi purin
Penyebab utama asam urat adalah konsumsi makanan yang kaya purin. Zat ini akan dipecah oleh tubuh dan menghasilkan asam urat. Semakin banyak makanan tinggi purin yang dikonsumsi, semakin tinggi risiko terjadinya serangan asam urat. Contoh makanan yang harus dibatasi adalah jeroan, daging merah, sarden, ikan teri, udang, dan daging unggas tertentu seperti kalkun dan angsa.
2. Konsumsi minuman beralkohol
Minuman beralkohol, khususnya bir, dapat meningkatkan kadar asam urat karena menghambat pembuangannya melalui urin. Akibatnya, asam urat menumpuk dan membentuk kristal pada sendi, termasuk di tangan, yang memicu nyeri dan pembengkakan.
Baca Juga: Cara Mencegah Penyakit Asam Urat, Salah Satunya Perbanyak Minum Air Putih
3. Konsumsi minuman tinggi gula
Minuman manis dalam kemasan yang mengandung fruktosa tinggi juga dapat meningkatkan produksi asam urat. Gula jenis ini merangsang produksi asam urat dalam tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi soda, jus kemasan, dan minuman energi manis.
4. Kelebihan berat badan
Orang dengan berat badan berlebih cenderung lebih sulit membuang kelebihan asam urat dari tubuh. Keadaan ini memicu penumpukan zat yang akhirnya membentuk kristal di area persendian. Risiko terkena asam urat menjadi jauh lebih tinggi pada individu yang mengalami kelebihan berat badan.
5. Baru menjalani operasi atau mengalami cedera
Pascaoperasi atau cedera, sistem kekebalan tubuh menjadi lebih aktif dan meningkatkan peradangan. Pada penderita dengan kadar asam urat tinggi, hal ini dapat memicu serangan mendadak di sendi tangan yang sebelumnya tidak bermasalah.
Baca Juga: Manfaat Daun Sirsak untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Mengobati Asam Urat
6. Efek samping obat-obatan
Beberapa jenis obat dapat mengganggu metabolisme asam urat. Beberapa jenis obat seperti diuretik, aspirin dosis rendah, kemoterapi, ACE inhibitor, dan beta-blocker berpotensi menaikkan kadar asam urat. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut, konsultasikan dengan dokter.
7. Kondisi medis tertentu
Beberapa penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gangguan ginjal, gagal jantung, dan sindrom metabolik bisa menjadi faktor pemicu asam urat. Jika kondisi ini tidak dikendalikan, risiko munculnya serangan asam urat pun semakin tinggi.
Cara utama untuk mengatasi asam urat di tangan adalah dengan mengonsumsi obat dari dokter. Biasanya, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) akan diresepkan untuk meredakan nyeri dan bengkak. Selain itu, obat penurun asam urat seperti allopurinol mungkin akan diberikan untuk mencegah kekambuhan.
Baca Juga: Tips Mengatasi Nyeri Sendi Dengan Bahan Alami, Dijamin Ampuh dan Mudah Ditemui di Rumah
Selain pengobatan medis, penderita juga dapat melakukan beberapa langkah perawatan mandiri. Mengompres area sendi yang terasa nyeri dengan es selama 15–20 menit bisa membantu meredakan bengkak dan rasa sakit.
Pola makan juga penting untuk diperhatikan. Konsumsilah makanan tinggi vitamin C seperti jeruk, jambu, bayam, dan pepaya yang dapat membantu menurunkan kadar asam urat secara alami. Mengonsumsi buah ceri juga dipercaya bermanfaat dalam mengatasi peradangan akibat asam urat.
Jangan lupa untuk minum air putih minimal 2 liter sehari agar ginjal lebih optimal dalam membuang kelebihan asam urat dari tubuh. Kekurangan cairan hanya akan memperburuk kondisi.
Baca Juga: Terapkan Beberapa Hal Ini Untuk Menjaga Kesehatan Sendi Lutut Agar Kuat di Usia Tua
Selain itu, makanan tinggi magnesium seperti alpukat, bayam, ikan tuna, dan biji-bijian juga baik dikonsumsi karena bisa membantu menjaga fungsi sendi dan otot. Magnesium juga diketahui membantu menurunkan kadar asam urat secara perlahan.
Batas normal kadar asam urat untuk laki-laki berkisar 3,4–7,0 mg/dL, sedangkan untuk perempuan antara 2,4–6,0 mg/dL. Melakukan pemeriksaan darah secara rutin dapat membantu memantau dan mengontrol kadar asam urat.
Jika Anda mengalami gejala seperti nyeri hebat, pembengkakan pada pergelangan tangan atau jari-jari, serta munculnya benjolan keras, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Penanganan sejak awal sangat penting guna mencegah timbulnya komplikasi yang lebih serius.
Baca Juga: Tips Meratakan Perut Buncit Secara Mudah dan Cepat, Perbaiki Pola Makan Anda

