PEPO.id - Bekam menjadi salah satu terapi alternatif yang kembali populer di tengah masyarakat modern. Metode pengobatan tradisional ini dinilai mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan dengan cara yang alami.

Terapi bekam berasal dari kebudayaan Timur Tengah dan Tiongkok. Teknik ini menggunakan cangkir khusus yang ditempelkan pada permukaan kulit untuk menghasilkan tekanan, sehingga dapat mengisap darah kotor atau racun dalam tubuh.

Proses terapi ini umumnya dilakukan dengan dua metode, yaitu bekam kering dan bekam basah. Bekam basah dilakukan dengan membuat sayatan kecil di kulit guna mengeluarkan darah, sedangkan bekam kering hanya mengandalkan tekanan tanpa menyebabkan luka.

Baca Juga: Hangat dan Sehat, Berikut Resep Minuman Herbal Tradisional Indonesia Cocok untuk Musim Hujan

Menurut berbagai penelitian, terapi bekam memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut adalah lima manfaat utama bekam yang sudah terbukti secara ilmiah maupun empiris.

1. Meningkatkan Aliran Darah ke Kulit
Terapi bekam dipercaya dapat memperlancar aliran darah di bagian tubuh yang dikenai cangkir. Jurnal Complementary Therapies in Clinical Practice menunjukkan bahwa bekam dapat melonggarkan jaringan dan mengurangi peradangan.

2. Menjaga Sifat Biomekanik Kulit
Manfaat berikutnya adalah membantu menjaga sifat biomekanik kulit. Artinya, bekam mendukung fungsi pelindung kulit dari serangan virus, bakteri, serta memperlambat tanda-tanda penuaan dini.

Baca Juga: Jamu dan Ramuan Tubuh Tradisional Setelah Melahirkan, Sudah Turun Menurun Boleh Dicoba

3. Menurunkan Risiko Asam Urat
Beberapa laporan menyebutkan bahwa rutin melakukan bekam dapat membantu menurunkan risiko terkena asam urat. Namun, temuan ini masih memerlukan kajian ilmiah lanjutan untuk memastikan efektivitasnya.

4. Meredakan Sakit Kepala dan Migrain
Penelitian dalam Biomedical Research and Therapy (2019) terhadap 132 penderita migrain menunjukkan bahwa kelompok yang menjalani terapi bekam mengalami penurunan nyeri signifikan dibandingkan kelompok yang tidak melakukannya.

5. Meningkatkan Toleransi terhadap Nyeri
Bekam diyakini mampu meningkatkan ambang toleransi nyeri. Hal ini dikaitkan dengan kemampuan bekam dalam memperlancar peredaran darah dan meredakan ketegangan otot.

Baca Juga: Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Asam Urat di Tangan

Selain lima manfaat utama tersebut, bekam juga kerap digunakan sebagai terapi pendukung untuk beberapa jenis penyakit kronis maupun akut. Manfaat ini diperoleh dari proses detoksifikasi yang dilakukan tubuh setelah bekam.

Beberapa kondisi yang bisa dibantu dengan terapi bekam antara lain: anemia, hemofilia, tekanan darah tinggi, hingga gangguan pencernaan seperti irritable bowel syndrome (IBS).

Terapi ini juga dinilai ampuh meredakan nyeri otot, khususnya di bagian kaki, leher, dan panggul. Penderita rematik dan varises juga sering mendapatkan peringanan gejala setelah menjalani terapi ini secara berkala.

Baca Juga: Cara Mudah Menurunkan Asam Urat Menggunakan Bahan Alami, Dijamin Ampuh dan Manjur

Masalah kesuburan dan gangguan pernapasan akibat asma atau alergi juga termasuk dalam daftar kondisi yang dapat ditangani dengan bantuan terapi bekam.

Meski bermanfaat, terapi ini tidak selalu sesuai untuk setiap orang. Bekam tetap harus dilakukan oleh tenaga profesional yang memiliki sertifikasi resmi dan menggunakan peralatan yang steril.

Penting pula untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani terapi bekam, terutama jika memiliki riwayat penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

Baca Juga: Manfaat Daun Sirsak untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Mengobati Asam Urat

Dengan pemilihan terapis yang tepat dan teknik bekam yang aman, terapi ini dapat menjadi alternatif alami untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.