PEPO.id - Beberapa orang mungkin sering menahan kencing selama perjalanan dan tidak menemukan toilet. Kondisi ini sebenarnya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan bisa berujung pada masalah kencing.
Seorang ahli urologi telah mengungkapkan bahwa menahan kencing, kebiasaan yang tampaknya tidak berbahaya, sebenarnya dapat menimbulkan efek kesehatan yang negatif.
Seperti dilansir dari laman Best Life, berikut ini adalah lima hal yang terjadi pada tubuh saat menahan buang air kecil di antaranya:
Baca Juga: Akui Belum Sah Cerai Dengan Antonio Dedola, Nikita Mirzani Beri Kode: Mungkin Dia Lagi Emosi
1. Beresiko Infeksi Saluran Kemih
Salah satu risiko terbesar menahan kencing terlalu lama atau terlalu sering adalah peningkatan risiko infeksi saluran kemih (ISK).
Ketika urine tertahan di kandung kemih, itu menciptakan tempat berkembang biak bagi bakteri untuk tumbuh dan menyebabkan infeksi," jelas residen urologi dan ahli medis internal untuk bedbible.com, Martina Ambardjieva.
Ketika urin tidak keluar dengan baik, bakteri dapat menyebar ke uretra dan ginjal, yang akhirnya menyebabkan ISK. Infeksi saluran kemih biasanya memerlukan pengobatan antibiotik, jadi Anda harus selalu menemui dokter jika ada tanda-tanda pertama infeksi.
2. Melemahkan Otot-otot Kandung Kemih
Menurut spesialis nyeri panggul yang berlokasi di New York City, Amerika Serikat, Sonia Bahlani, menahan buang air kecil terlalu lama dapat menyebabkan kontraksi otot dasar panggul.
Baca Juga: 5 Jenis Minuman Ini Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Es Teh Manis
"Ketika ini terjadi, itu dapat menyebabkan kelemahan otot di sekitar kandung kemih," ujarnya.
Jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama, kondisi ini dapat menyebabkan hal-hal seperti nyeri atau inkontinensia. Ambardjieva mengatakan, secara khusus, ini terjadi ketika otot detrusor di kandung kemih berkontraksi dan menekan sfingter uretra yang tertutup.
3. Kemungkinan Terkena Batu Kandung Kemih
Ambardjieva memaparkan konsekuensi lain dari menahan buang air kecil terlalu lama yaitu risiko batu kandung kemih.
Terbentuk di dalam kandung kemih saat tidak kosong sepenuhnya, ini adalah gumpalan mineral keras yang dapat menyebabkan sakit perut, nyeri saat buang air kecil, darah dalam urin, dan gejala lainnya.
“Urine diproduksi oleh ginjal. Urine terdiri atas air yang bercampur dengan produk limbah yang dikeluarkan ginjal dari darah," kata National Health Service (NHS) Inggris.
Baca Juga: Resep Ayam Goreng Mentega Khas Restoran, Menu Simpel Dengan Rasa Bintang Lima
4. Mengalami Lonjakan Tekanan Darah
Menahan kencing juga dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu. "Menahan urine setidaknya tiga jam setelah buang air kecil sebelumnya meningkatkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada wanita paruh baya,” kata Ambardjieva.
Untuk alasan ini, semua orang harus selalu mengosongkan kandung kemih sebelum mengukur tekanan darah. Ahli urologi mencatat, mekanisme di balik perubahan tekanan darah ini masih kurang dipahami.
5. Tingkatkan Sedikit Risiko Kanker Kandung Kemih
Ambardjieva memperingatkan ada satu lagi kondisi serius yang mungkin terkait dengan menahan kencing yaitu kanker kandung kemih.
Ketika urine ditahan di kandung kemih terlalu lama, bakteri dapat menumpuk dan tumbuh yang meningkatkan peradangan dan iritasi pada lapisan jaringan kandung kemih.
"Peradangan kronis ini dapat menyebabkan kerusakan DNA pada sel-sel di wilayah ini, yang meningkatkan peluang mereka untuk menjadi kanker," tukas Ambardjieva.***


