PEPO.id - Begonia dikenal sebagai tanaman yang tumbuh subur di hutan tropis dan subtropis. Tanaman ini termasuk dalam marga dengan jumlah spesies sangat banyak, tercatat mencapai sekitar 1.500 jenis liar yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Di Indonesia sendiri, tanaman Begonia cukup melimpah. Di Indonesia, terdapat kurang lebih 300 jenis Begonia, meskipun baru sekitar 200 di antaranya yang telah tercatat secara ilmiah.
Salah satu jenis Begonia yang cukup familiar di kalangan para pencinta alam adalah Begonia cembilung. Tanaman ini sering dijumpai di hutan dan kerap dimanfaatkan batangnya sebagai pelepas dahaga, terutama saat kesulitan menemukan sumber air.
Baca Juga: Manfaat Daun Pepaya Bagi Kesehatan, Salah Satunya Bisa Jadi Obat Demam Berdarah
Batang Begonia cembilung memiliki tekstur berbusa dengan rasa sedikit pahit dan asam. Ciri ini disebabkan oleh kandungan saponin di dalamnya, yang juga menjadikan batangnya ampuh untuk membersihkan tangan dari kotoran saat di alam bebas.
Sifat berbusa dari saponin tersebut membuat Begonia menjadi alternatif sabun alami. Cukup dengan menggosok batang atau daun tanaman ini di tangan, kotoran bisa hilang seketika seperti memakai sabun.
Selain saponin, bagian batang dan daun Begonia juga mengandung senyawa flavonoid serta polifenol. Kedua senyawa ini dikenal sebagai antioksidan kuat yang juga memiliki sifat antivirus, menjadikan Begonia berpotensi sebagai tanaman obat.
Baca Juga: Jangan Pakai Obat, Berikut 5 Air Rebusan Alami untuk Meredakan Batuk dan Pilek
Salah satu jenis Begonia yang paling dikenal dalam dunia pengobatan tradisional adalah Begonia globra. Daunnya bisa digunakan untuk mengobati luka baru dengan cara menumbuk daun segar sebanyak 15 gram lalu membalurkannya pada luka.
Jenis lainnya yang tak kalah bermanfaat adalah Begonia fimbristipulata. Tanaman ini bisa digunakan untuk menurunkan demam. Langkah penggunaannya cukup sederhana, cukup merebus seluruh bagian tanaman, lalu saring airnya dan konsumsi selagi hangat.
Begonia juga dikenal sebagai pembersih tangan alami di tengah hutan. Ambil satu lembar daunnya, lalu remas-remas hingga mengeluarkan busa dan gosokkan ke tangan untuk membersihkan kotoran.
Baca Juga: Manfaat Kulit Kentang yang Jarang Diketahui, Bisa Jadi Cemilan Lezat hingga Pupuk Tanaman Hias
Begonia juga bermanfaat untuk meredakan bibir pecah-pecah dan mengatasi panas dalam. Caranya juga sederhana, cukup remas daun segar dan oleskan pada bibir atau bisa juga dikulum langsung meskipun rasanya sedikit asam.
Kepraktisan manfaat Begonia membuat tanaman ini tidak hanya berguna secara fungsional, tetapi juga bernilai estetika. Oleh karena itu, banyak orang memilih menanam Begonia sebagai tanaman hias sekaligus obat herbal di rumah.
Menariknya, tanaman ini tergolong mudah dibudidayakan. Begonia dapat diperbanyak melalui biji, stek daun, maupun stek batang, dan dapat tumbuh baik di berbagai kondisi cuaca.
Baca Juga: Jenis Tanaman Hias yang Baik untuk Kesehatan Mental, Bisa Meningkatkan Mood
Kemampuan adaptasi Begonia terhadap berbagai iklim menjadikan tanaman ini cocok ditanam di berbagai wilayah, baik di dataran rendah maupun tinggi.
Dengan segudang manfaat dan keindahannya, Begonia menjadi salah satu tanaman hutan yang patut dilestarikan dan dikenali lebih luas oleh masyarakat.
Jadi, selain mempercantik taman, Begonia juga siap jadi penolong alami dalam kondisi darurat di alam bebas maupun untuk perawatan kesehatan di rumah.
Baca Juga: 5 Jenis Tanaman Pengusir Tikus Secara Alami di Rumah, Salah Satunya Lavender
Kita bisa memulai menanam Begonia sejak sekarang untuk mendapatkan manfaat ganda baik sebagai tanaman penghias maupun sebagai apotek hidup.
Dengan perawatan yang tidak rumit, tanaman ini cocok bagi pemula sekalipun, dan bisa jadi solusi praktis untuk kesehatan keluarga.
Begitulah sekelumit manfaat Begonia, tanaman liar yang ternyata punya potensi luar biasa untuk kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: 10 Jenis Tanaman Hias di Dalam Ruangan, Bikin Udara Jadi Segar dan Mudah Dirawat

