PEPO.id - Film Komang, rilisan tahun 2025, menghadirkan kisah cinta emosional antara Raim Laode, pemuda asal Buton, Sulawesi Tenggara, dan Komang Ade, gadis Bali yang penuh pesona. Hubungan mereka bermula dari pertemuan sederhana namun berlanjut menjadi kisah penuh warna, harapan, dan air mata.
Kisah dimulai dari masa kecil Komang yang diajak kakaknya ke pantai untuk melakukan pemujaan. Sementara itu, Raim kecil dan abangnya, Boy, bermimpi menjadi musisi dan pelawak. Mimpi-mimpi ini menjadi fondasi cerita yang terus berkembang seiring usia mereka.
Ketika dewasa, Komang diajak temannya Arya menonton pertunjukan stand up comedy. Hanya satu komika yang benar-benar membuatnya tertawa, Raim Laode. Tawa itu menjadi awal takdir mempertemukan dua insan dari latar berbeda.
Baca Juga: Perayaan Mati Rasa Tampilkan Konflik Keluarga dan Luka yang Tak Terucap
Raim dan Komang saling tertarik setelah berjumpa di sebuah acara bazar kuliner. Raim terpikat oleh kecantikan Komang dan mereka mulai saling bertukar kontak, mempererat komunikasi hingga menjalin hubungan asmara.
Raim mengajak Komang ke Benteng Keraton, tempat penuh kenangan masa kecilnya. Dalam perjalanan, mereka saling bertukar cerita dan impian. Komang ingin melihat lumba-lumba dan membahagiakan ibunya. Raim pun menyatakan cintanya di momen yang tak terlupakan.
Namun hubungan mereka tak semudah yang dibayangkan. Ibu Komang tidak memberikan restu, dan lebih mendukung Arya karena memiliki keyakinan yang sama. Meski Raim menunjukkan keseriusannya, perbedaan keyakinan dan status sosial menjadi tembok besar bagi hubungan mereka.
Baca Juga: Sore Istri dari Masa Depan Film yang Tidak Hanya Ditonton tapi Dirasakan
Saat Raim mendapat peluang mengikuti audisi stand up comedy, ia harus rela berpisah dengan Komang demi mengejar impian di Jakarta. Ia meminta restu dan berjanji akan memperjuangkan cinta mereka meski harus melawan jarak dan waktu.
Di Jakarta, Raim dan abangnya berjuang keras. Raim mulai dikenal lewat penampilannya di televisi dan karya lagunya, sedangkan Komang sibuk dengan kegiatan organisasinya. Komunikasi mereka tetap terjalin, tapi rasa cemburu kerap menyelimuti, apalagi setelah muncul sosok produser wanita di sisi Raim.
Ibu Komang terus mendesak putrinya agar menerima lamaran Arya. Ia menolak hubungan Komang dan Raim karena alasan keluarga dan tradisi. Komang semakin bimbang, antara cinta yang tulus atau restu yang sulit diraih.
Baca Juga: Ratusan Orang Nyanyikan Terbuang Dalam Waktu Bareng Cast Film Sore dan Barasuara
Ketika ayah Raim sakit keras, Komang menjenguknya dan menyampaikan kerinduan sang ayah kepada Raim. Namun Raim tak sempat pulang hingga ayahnya wafat. Penyesalan itu membawanya kembali ke kampung dan bertemu Komang yang turut menguatkannya.
Dalam momen tersebut, Komang menyatakan bahwa dirinya belum menerima lamaran Arya karena hatinya masih untuk Raim, meski ia ragu pada kesungguhan Raim dalam memperjuangkan cinta mereka. Raim pun menjelaskan bahwa ia ingin sukses dulu demi membuktikan cintanya.
Situasi semakin rumit saat Raim meminta nasihat dari Pak Ustaz dan mengetahui Komang sering datang menjenguk keluarganya. Komang pun berdebat dengan ibunya yang memaksa pernikahan dengan Arya, padahal hatinya menolak.
Baca Juga: Satu Kakak Tujuh Ponakan: Drama Keluarga Penuh Air Mata dengan Visual yang Menggetarkan
Raim kembali ke Jakarta dan menulis lagu berjudul Komang yang menjadi viral. Lagu itu menyentuh hati banyak orang, termasuk Komang dan ibunya. Sang ibu baru menyadari ketulusan Raim lewat dupa yang selama ini dikirim secara online.
Lagu tersebut menjadi bukti cinta Raim yang tulus. Ibunya Komang akhirnya luluh, dan perubahan sikapnya memberi harapan baru bagi cinta yang sempat hancur. Komang pun memutuskan untuk tidak menikah dengan Arya.
Pada akhir film, Raim pulang kampung dan bertemu Komang di tepi pantai. Di sana, mereka melihat lumba-lumba berenang. Saat itu, Komang akhirnya menyadari bahwa Raim adalah anak laki-laki yang dulu memberinya mainan lumba-lumba.
Baca Juga: Petualangan Jumbo Bocah Pendongeng yang Menemukan Sahabat Hantu dan Keberanian di Atas Panggung
Kenangan masa kecil, cinta yang tulus, dan impian yang tak pernah padam menjadi fondasi kuat hubungan mereka. Film ditutup dengan pernikahan Raim dan Komang, serta kabar bahagia bahwa Komang sedang mengandung anak pertama mereka.
