PEPO.id - Barasuara merupakan band asal Indonesia yang dikenal lewat aransemen musik yang bertenaga, lirik penuh makna, serta aksi panggung yang khas.

Grup ini digawangi oleh Iga Massardi (vokal/gitar), TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bass), Marco Steffiano (drum), bersama dua vokalis bertalenta, Asteriska dan Puti Chitara.

Nama Barasuara mulai melejit sejak peluncuran album debut Taifun pada 2015, yang menghadirkan sentuhan segar di ranah musik indie Tanah Air.

Baca Juga: Ratusan Orang Nyanyikan Terbuang Dalam Waktu Bareng Cast Film Sore dan Barasuara

Kini, Barasuara kembali jadi sorotan publik berkat kontribusinya dalam soundtrack film Sore lewat lagu “Terbuang Dalam Waktu” yang sukses mencuri hati penonton.

Awal Terbentuknya Barasuara
Perjalanan band ini bermula dari proyek pribadi Iga Massardi untuk mengolah lagu-lagu karyanya. Namun, Iga merasa lebih tertarik mengembangkan musiknya bersama rekan musisi.

Iga kemudian mengajak TJ Kusuma, Marco Steffiano, dan Asteriska untuk bergabung. Posisi bass awalnya diisi oleh Pandu Fuzztoni (Morfem), namun kemudian digantikan oleh Gerald Situmorang karena padatnya jadwal Pandu.

Baca Juga: Sore Istri dari Masa Depan Film yang Tidak Hanya Ditonton tapi Dirasakan

Usai penampilan perdana di kafe milik Iga di kawasan Kemang, Puti Chitara resmi menjadi anggota tetap.

Resmi terbentuk pada 2012, Barasuara menggabungkan unsur rock, funk, folk, dan sentuhan musik tradisional Indonesia dalam karyanya.

Salah satu ciri unik Barasuara adalah kebiasaan Iga mengenakan batik saat tampil di panggung, sebagai wujud kecintaannya pada budaya Indonesia.

Baca Juga: GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, Komedi Absurd dengan Improvisasi Bebas dan Fakta Unik

Diskografi dan Popularitas
Sejak perilisan Taifun pada 2015, Barasuara mendapat banyak apresiasi karena karya mereka yang energik dan penuh warna.

Beberapa lagu populer yang wajib didengar antara lain:

  • Bahas Bahasa
  • Sendu Melagu
  • Guna Manusia
  • Pikiran dan Perjalanan
  • Bangkit dan Berlari
  • Fatalis
  • Merayakan Fana
  • Terbuang Dalam Waktu

Prestasi dan Penghargaan
Barasuara tak hanya populer di kalangan penikmat musik, tapi juga mendapat pengakuan dari berbagai ajang penghargaan.

Baca Juga: Jumbo Raih Sukses Emosional dan Siap Go International

Beberapa pencapaian mereka antara lain:

  • Tahun 2016, mereka meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) untuk kategori Karya Produksi Alternatif Terbaik lewat lagu “Bahas Bahasa.”
  • Di tahun yang sama, Rolling Stone Editors' Choice Awards menobatkan Barasuara sebagai Best Live Act.
  • Pada 2023, Barasuara kembali meraih AMI Awards untuk kategori Duo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik berkat lagu “Fatalis.”
  • Tahun 2024, prestasi berlanjut dengan kemenangan di AMI Awards kategori Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik untuk lagu “Terbuang Dalam Waktu.”

Mengisi Soundtrack Film Sore
Kontribusi Barasuara di film Sore menjadi bukti kemampuan mereka memadukan musik dengan narasi visual.

Lagu “Terbuang Dalam Waktu” dari album Jalaran Sadrah (2024) menggambarkan rasa keterasingan akibat waktu yang terus berjalan, sejalan dengan konflik emosional para karakter.

Baca Juga: Deretan Bintang Besar Ramaikan Pengisi Suara Film Jumbo

Selain itu, lagu “Pancarona” dari album Pikiran dan Perjalanan (2019) turut memperdalam adegan-adegan emosional dengan menghadirkan lapisan nuansa cinta yang kaya.

Kedua lagu ini membuktikan bahwa musik Barasuara mampu menghidupkan cerita dan memperdalam emosi penonton.

Berkat film Sore, “Terbuang Dalam Waktu” kini viral dan menjadi salah satu lagu trending di TikTok, memperluas jangkauan pendengar Barasuara.

Baca Juga: Petualangan Jumbo Bocah Pendongeng yang Menemukan Sahabat Hantu dan Keberanian di Atas Panggung

Dari Panggung ke Layar Lebar
Barasuara bukan sekadar band dengan musik yang kuat. Mereka adalah pencerita yang menggugah emosi lewat lirik dan aransemen mendalam.

Konsistensi mereka dari panggung konser hingga layar lebar membuktikan bahwa Barasuara layak menjadi salah satu ikon musik Indonesia modern.