PEPO.id - Falcon Pictures resmi mengumumkan proyek film animasi Panji Tengkorak, bekerja sama dengan Kumata Animation Studio. Film ini mengadaptasi komik legendaris karya Hans Jaladara dan dijadwalkan tayang akhir tahun ini.
Deretan pengisi suara ternama ikut bergabung, di antaranya Denny Sumargo sebagai Panji Tengkorak, Timothy sebagai Naga Mas, dan Aghniny Haque sebagai pendekar wanita utama. Proyek ini masih dalam tahap produksi, namun antusiasme penggemar sudah terasa.
Komik Panji Tengkorak pertama kali terbit pada era 1960-an, sempat diadaptasi menjadi film layar lebar pada 1970-an, dan serial TV di tahun 1990-an. Versi animasi kali ini akan menggabungkan teknik 2D dengan sentuhan 3D untuk adegan tertentu.
Baca Juga: Barasuara: Perjalanan Musik, Prestasi, dan Kesuksesan di Soundtrack Film Sore
Cerita film animasi ini mengambil latar dunia fiksi abad ke-15, mengisahkan Panji yang tetap gelisah meski telah membalaskan kematian istrinya. Tema klasik pembalasan dendam berpadu dengan konflik batin yang hanya bisa disembuhkan lewat memaafkan.
Uniknya, film ini menghadirkan unsur ilmu hitam yang membuat Panji tidak bisa mati. Meski tak ada di komik asli, elemen ini dinilai sejalan dengan karakter Panji yang berasal dari golongan pendekar hitam.
Perjalanan Panji membawanya bertemu Bramantya, adik seperguruan Naga Mas, yang menawarkan jalan keluar untuk menghilangkan kutukan tersebut. Syaratnya, Panji harus menyelamatkan Lembu Giri yang diculik bandit Kalawereng, sekaligus merebut kembali pusaka adidaya.
Baca Juga: GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, Komedi Absurd dengan Improvisasi Bebas dan Fakta Unik
Pusaka tersebut dipercaya memiliki kekuatan mencabut kutukan Panji. Namun, misi ini tidak mudah karena Kalawereng adalah musuh berilmu tinggi. Bramantya pun meminta bantuan Panji, menandakan ancaman yang mereka hadapi sangat besar.
Dalam perjalanan, mereka ditemani Kuwuk, prajurit pengecut, dan Gantari, pendekar wanita lugu. Namun, kejutan terjadi ketika Lembu Giri ternyata memalsukan kematiannya demi merebut kunci pusaka.
Pengkhianatan ini menambah ketegangan cerita. Kini, Panji dan tim harus mencegah Lembu Giri yang berambisi menggunakan pusaka adidaya untuk menguasai dunia.
Baca Juga: Jumbo Raih Sukses Emosional dan Siap Go International
Cerita film ini berbeda jauh dari komik aslinya. Jika komik fokus pada dendam Panji terhadap pembunuh istrinya, film animasi ini terasa seperti sekuel, menawarkan kisah baru yang belum pernah diceritakan.
Langkah ini dianggap strategi tepat agar penggemar setia mendapat cerita segar, sementara penonton baru tetap bisa menikmati alur yang jelas.
Para pengisi suara lain termasuk Donny Damara sebagai Bramantya, Cok Simbara sebagai Lembu Giri, Tanta Ginting sebagai Kalawereng, Chandra Mukti sebagai Kuwuk, dan Nurra Datau sebagai Murni, istri Panji.
Baca Juga: Deretan Bintang Besar Ramaikan Pengisi Suara Film Jumbo
Menariknya, film ini akan mengusung rating dewasa (18+), jarang ditemukan di animasi layar lebar Indonesia. Genre aksi dipadukan dengan visual animasi menjadi daya tarik tersendiri.
Falcon Pictures diyakini memiliki modal kuat dari kualitas animasi, jajaran aktor papan atas, hingga popularitas IP Panji Tengkorak yang sudah melegenda.
Meski demikian, tantangan terbesar adalah strategi pemasaran. Pengamat menilai promosi bisa diarahkan ke komunitas penggemar anime aksi, mengingat pasar tersebut besar di Indonesia.
Baca Juga: Petualangan Jumbo Bocah Pendongeng yang Menemukan Sahabat Hantu dan Keberanian di Atas Panggung
Dengan latar cerita yang segar, visual animasi modern, dan rating dewasa, Panji Tengkorak berpotensi menjadi salah satu film animasi aksi Indonesia paling ditunggu tahun ini.
Penggemar komik, pecinta animasi, hingga penikmat film aksi bisa menantikan duel epik Panji Tengkorak di layar lebar dalam waktu dekat.
