PEPO.id - Film Gampang Cuan, yang dirilis pada 2023, menghadirkan drama keluarga sarat konflik dan perjuangan hidup di tengah kerasnya Jakarta. Ceritanya berfokus pada Sultan, anak pertama yang berusaha mempertahankan citra sukses di hadapan keluarganya di kampung, meski kenyataannya hidup pas-pasan.
Sultan, yang mengaku memiliki perusahaan properti, ternyata hanya bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan bernama Sultan Properti. Kebohongan ini ia pertahankan demi menjaga hati sang ibu dan adik-adiknya, terutama Bilqis dan Aji yang tinggal di Sukabumi bersama ibunya.
Ketika Bilqis memutuskan untuk merantau ke Jakarta demi mengubah nasib, ibunya sempat menolak. Namun, berkat bujukan kepala desa, izin pun diberikan. Bilqis membawa sebuah amplop titipan untuk Sultan, dengan pesan agar ibunya tidak mengetahui isinya.
Baca Juga: Bolehkah Sekali Saja Aku Menangis: Perjuangan Tari Keluar dari Lingkaran Kekerasan
Kedatangan Bilqis ke kantor Sultan Properti justru mengungkap kenyataan pahit: Sultan telah dipecat. Ia kemudian menemukan fakta bahwa sang kakak tinggal di kontrakan sempit dan terlilit utang hingga ratusan juta rupiah.
Masalah keluarga semakin pelik saat terungkap bahwa rumah mereka di kampung menjadi jaminan hutang almarhum ayah. Pihak bank memberi tenggat tiga bulan sebelum rumah dilelang. Sultan berusaha mencari cara melunasi hutang tersebut.
Kesempatan datang ketika Bilqis mengenal Evan, seorang pria yang mengajaknya belajar trading saham. Sultan pun ikut terlibat, berharap bisa meraih keuntungan cepat untuk menyelamatkan rumah keluarga.
Baca Juga: Sabtu Bersama Bapak: Warisan Pesan Kehidupan dari Sosok Ayah untuk Anak-anaknya
Lewat berbagai upaya, termasuk menyamar di lapangan golf untuk mendapatkan informasi saham, mereka menemukan peluang pada saham perusahaan “Boske”. Sultan meminjam modal besar dari rentenir demi membeli saham itu.
Namun, masalah baru muncul saat saham tersebut diblokir sementara. Sultan harus meminjam rumah Evan untuk berpura-pura sukses di depan ibunya yang datang berkunjung ke Jakarta. Siasat ini berjalan mulus meski penuh ketegangan.
Ketika blokir saham dibuka, mereka berhasil mendapat keuntungan besar. Meski demikian, jumlahnya belum cukup untuk melunasi semua hutang. Evan menawarkan pinjaman dengan syarat yang tak pantas, membuat Sultan menolak.
Baca Juga: Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Wujudkan Rumah Impian di Tengah Konflik Keluarga dan Cinta
Situasi semakin genting ketika Evan memperkenalkan Sultan pada Robert Winoto, investor kawakan. Bilqis nekat membius Robert demi mengetahui informasi saham yang akan naik. Mereka mempertaruhkan seluruh modal pada saham tersebut.
Sayangnya, harga saham justru anjlok. Konflik memuncak saat Aji membongkar semua kebohongan di depan sang ibu. Ketegangan keluarga tak terhindarkan, memaksa semua pihak untuk menghadapi kenyataan pahit.
Sultan akhirnya ditangkap karena mengaku sebagai pihak yang membius Robert. Di penjara, ia merenungi semua kesalahannya, terutama kebiasaan berbohong demi menjaga citra.
Baca Juga: Kisah Haru My Annoying Brother Versi Indonesia: Persaudaraan, Pengorbanan, dan Asa di Tengah Derita
Tak disangka, harga saham yang dibelinya kembali melonjak, memberi peluang menyelamatkan rumah. Bilqis bergegas mengikuti lelang, namun kalah tawaran dari pembeli lain.
Sang ibu mengingatkan bahwa rumah terpenting adalah kebersamaan keluarga. Ia menyarankan agar uang yang ada digunakan untuk usaha dan biaya kuliah Aji.
Meski menolak awalnya, Sultan akhirnya mempercayakan peran tulang punggung keluarga pada Bilqis. Namun, keluarga sepakat membebaskannya dari penjara karena tak ada yang bisa menggantikan perannya.
Baca Juga: Angel Pol: Ketika Musik, Rakyat, dan Cinta Menjadi Satu Panggung
Cerita ditutup dengan Sultan yang mendapat pekerjaan di perusahaan investasi saham, membuktikan bahwa kegigihan dan pengetahuan adalah modal utama meraih kesuksesan.
