PEPO.id - Film “Pemandi Jenazah” yang dirilis tahun 2024 menghadirkan nuansa horor lokal kental dengan latar kampung, tradisi, dan teror mistis yang melingkupi profesi sakral memandikan jenazah. Cerita berpusat pada Lela, seorang gadis muda yang dipaksa meneruskan profesi ibunya sebagai pemandi jenazah di tengah keanehan dan kematian misterius yang membayang.

Kisah dibuka dengan Lela yang ikut membantu ibunya, Mak Siti, memandikan jenazah seorang perempuan bernama Bu Tuti. Meski terlihat ketakutan, Lela dipaksa untuk menyaksikan proses tersebut. Ia pun mulai mencium adanya kejanggalan ketika melihat luka misterius di tubuh jenazah.

Mak Siti kemudian menasihati Lela agar tidak pernah membocorkan aib jenazah, sekecil apapun, termasuk soal luka atau penyakit kulit. Dalam beberapa hari, suasana desa yang awalnya ceria berubah menjadi muram setelah kematian aneh menimpa warga satu per satu, dimulai dari Bu Ida, seorang ibu hajat yang mendadak ditemukan tak bernyawa.

Baca Juga: Monster Island 2025 Tampilkan Pertarungan Brutal Manusia dan Makhluk Laut di Tengah Pulau Misterius

Keanehan mulai terasa sejak genting rumah Bu Ida tiba-tiba jebol dan suara-suara aneh terdengar setiap malam. Lela sendiri juga mulai merasakan hal ganjil, terutama saat menemukan kawat berduri di tubuh ibunya yang kemudian juga meninggal secara tragis di dalam rumah.

Setelah kematian sang ibu, Lela harus memandikan jenazah ibunya sendiri. Dalam suasana duka mendalam, ia menemukan hal yang lebih mengejutkan, kawat berduri di mulut ibunya. Ini menjadi titik awal kecurigaan Lela bahwa ada kekuatan gaib yang menyebabkan kematian para wanita di kampungnya.

Warga kampung mulai resah. Apalagi setelah beberapa kejadian aneh juga terjadi di rumah Lela. Arif, adiknya, pun ikut merasakan ketegangan yang menyelimuti keluarga mereka. Sementara itu, desas-desus santet mulai beredar, apalagi setelah kematian tragis Bu Ana yang jenazahnya juga penuh luka ganjil.

Baca Juga: Sore Istri dari Masa Depan Film yang Tidak Hanya Ditonton tapi Dirasakan

Lela yang menolak permintaan warga untuk memandikan jenazah berikutnya akhirnya luluh karena desakan dan beban tanggung jawab yang dirasakan. Dalam proses itu, ia kembali menemukan kawat dalam tubuh Bu Ana dan kejanggalan pun semakin nyata.

Setelah melakukan penyelidikan, Lela menemukan foto-foto masa lalu yang mengarah ke satu nama yaitu Bu Nur, wanita yang dulu terkenal sebagai pelakor di kampung itu. Diketahui, Bu Nur memiliki hubungan buruk dengan para wanita yang kini telah meninggal misterius.

Yang lebih mengejutkan, Rika teman dekat Arif ternyata adalah putri dari Bu Nur. Fakta ini semakin memperkuat dugaan Lela bahwa Rika adalah pelaku di balik santet mematikan yang terjadi. Ia kemudian menggeledah kontrakan Rika dan menemukan foto-foto yang memperkuat kecurigaannya.

Baca Juga: Petualangan Jumbo Bocah Pendongeng yang Menemukan Sahabat Hantu dan Keberanian di Atas Panggung

Desas-desus semakin meluas saat Bu Teri, salah satu warga, juga meninggal mengenaskan. Lela yang memandikan jenazahnya kembali menemukan kawat berduri, kali ini di bagian mata. Kepanikan melanda seluruh warga desa.

Rika yang mulai terpojok mencoba kabur, namun warga, terutama para emak-emak yang merasa dendam masa lalu mereka belum tuntas, langsung melabrak Rika. Adegan amarah massa pun terjadi, menggambarkan bagaimana dendam dan gosip bisa berubah menjadi kekerasan.

Dalam kondisi kacau, Lela mencoba menghentikan kerumunan. Arif datang berusaha menyelamatkan Lela dan Rika, namun terjatuh dan membuat warga langsung membubarkan diri. Rika pun mengungkapkan bahwa ibunya dihajar massa hingga depresi dan akhirnya bunuh diri.

Baca Juga: Pertarungan Hidup dan Mati di Dunia Pascazombie: Kisah Menegangkan Film 28 Years Later

Film lalu meloncat pada beberapa bulan setelah insiden tersebut. Lela kini terlihat lebih matang dan mantap menjalankan profesi sebagai pemandi jenazah. Ia bahkan sudah mahir mencabut susuk dari tubuh jenazah, menandakan transformasi karakter yang kuat.

“Pemandi Jenazah” menyuguhkan horor psikologis dan mistis dengan bumbu kearifan lokal serta isu sosial, seperti tekanan profesi, tradisi, dan kekerasan kolektif. Film ini menyisakan pertanyaan tentang batas antara warisan budaya dan teror.

Dengan atmosfer desa yang khas dan akting yang menyayat emosi, film ini sukses membawa penonton masuk dalam dunia kelam yang tidak hanya menakutkan secara visual, tapi juga menyentuh sisi emosional. Tidak heran jika film ini menjadi bahan pembicaraan luas di kalangan penikmat horor.

Baca Juga: Petaka Gunung Gede Film Horor yang Ramai Ditonton tapi Sarat Kritik