PEPO.id - Film Perayaan Mati Rasa yang dirilis pada 2025 menjadi sorotan karena menyajikan drama keluarga yang menyentuh dan realistis. Dibintangi oleh Iqbal Ramadhan dan Umay Syahab, film ini menyoroti dinamika saudara yang penuh luka dan kebangkitan cinta dalam keluarga yang diterpa kehilangan.

Cerita berpusat pada tokoh Ian, seorang anggota band bernama Midnight Serenade. Ia dikenal keras kepala dan sering berselisih dengan anggota band lain, termasuk Rey. Sikap sembrono Ian dalam sebuah penampilan musik bahkan menyebabkan kekacauan dan membuat Rey kecewa berat.

Hubungan keluarga Ian pun tidak berjalan mulus. Di tengah acara keluarga, ibunya mendadak terkena serangan jantung, sementara Ian sibuk dengan audisi musik. Ini memperlihatkan jarak emosional yang makin lebar antara Ian dan keluarganya.

Baca Juga: Snow White Bangkit Melawan: Kisah Cinta, Pengkhianatan, dan Perebutan Tahta Kerajaan

Di sisi lain, adik Ian, Uta, tumbuh menjadi anak kebanggaan keluarga. Ia adalah seorang YouTuber sukses dengan jutaan pengikut, menjadi kebanggaan ibunya dan ayah mereka, Satya, seorang kapten kapal. Perbedaan pencapaian antara Ian dan Uta melahirkan rasa iri dalam hati Ian.

Ketika Ian pulang dan kembali bentrok dengan ibunya, hubungannya dengan Dinda, anak tetangga yang peduli padanya menjadi salah satu pelipur lara. Namun, hubungan itu tidak cukup untuk meredakan konflik batin yang berkecamuk di dalam diri Ian.

Ayahnya kemudian meminta Ian dan Uta menyelesaikan lagu yang belum sempat ia rampungkan untuk hadiah ulang tahun pernikahannya. Tapi Ian, yang masih dingin terhadap ayahnya, memilih menunda dan lebih mementingkan audisi bandnya.

Baca Juga: Sore Istri dari Masa Depan Film yang Tidak Hanya Ditonton tapi Dirasakan

Saat tampil di audisi, penonton mengejek Ian atas kejadian masa lalunya. Emosi meledak dan perkelahian pun terjadi. Ayahnya yang hadir diam-diam menarik Ian keluar dan mencoba menasihatinya, namun perbincangan berakhir dengan kekecewaan.

Rasa kecewa Ian dipicu oleh masa kecilnya yang merasa ditinggal ayah karena pekerjaan sebagai pelaut. Ia tumbuh tanpa bimbingan, dan merasa dibandingkan dengan Uta yang selalu dipuji. Luka batin itu terus membekas dalam hubungan mereka.

Beberapa hari setelah kepergian ayahnya ke laut, keluarga menerima kabar duka: kapal ayahnya hilang kontak di perairan Jepang. Meskipun pencarian telah dilakukan, jasad sang ayah tak ditemukan dan ia dinyatakan hilang.

Baca Juga: Satu Kakak Tujuh Ponakan: Drama Keluarga Penuh Air Mata dengan Visual yang Menggetarkan

Ian dan Uta memutuskan merahasiakan kabar kematian ayah dari ibu mereka demi menjaga kondisi sang ibu yang sedang sakit. Bahkan mereka sampai menyembunyikan TV dan ponsel agar berita itu tak terbaca.

Untuk menghibur sang ibu, Ian menggunakan teknologi suara buatan ciptaan Uta untuk meniru suara ayahnya. Meskipun berhasil membuat ibunya bahagia, Uta merasa bersalah karena merasa ikut dalam kebohongan tersebut.

Sementara itu, band Ian mendapat perhatian produser musik besar, yang ternyata tertarik karena kisah tragis yang mereka alami. Dinda pun curiga label musik hanya memanfaatkan tragedi keluarga Ian untuk promosi.

Baca Juga: Petualangan Jumbo Bocah Pendongeng yang Menemukan Sahabat Hantu dan Keberanian di Atas Panggung

Ian akhirnya sadar bahwa eksploitasi tragedi ini tidak benar. Ia memutuskan keluar dari band setelah mengetahui rekannya memanfaatkan kematian ayahnya. Di sisi lain, Uta mengungkapkan betapa ayah mereka sangat menyayangi Ian, meski tak bisa selalu hadir.

Mereka berdua akhirnya berdamai dan menyelesaikan lagu peninggalan ayah mereka. Lagu itu dipersembahkan pada hari ulang tahun pernikahan orang tuanya sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Namun, sang ibu akhirnya mengetahui kenyataan pahit tentang suaminya. Ia menghilang dari rumah, membuat Ian dan Uta panik dan segera menyusul ke pantai, tempat kenangan mereka bersama ayah.

Baca Juga: Superman Kembali Jadi Simbol Harapan: Kritik, Kejutan, dan Refleksi Sosial di Bawah Arahan James Gunn

Di pinggir pantai, air mata tumpah. Ian dan Uta meminta maaf pada ibunya atas semua kebohongan yang dilakukan. Mereka bersatu kembali sebagai keluarga, menghadapi duka dan memilih untuk saling menguatkan.

Film ditutup dengan peringatan ulang tahun pernikahan di atas kapal buatan sang ayah. Lagu yang telah diselesaikan Ian dan Uta diputar sebagai simbol cinta dan kenangan. Perayaan Mati Rasa menampilkan kesedihan yang jujur dan pelajaran penting tentang kehangatan keluarga.