PEPO.id - Film Smurfs (2025) dibuka dengan tayangan pendek SpongeBob SquarePants yang menampilkan kelucuan khas antara SpongeBob dan Squidward di Krusty Krab. Adegan ini menjadi pengantar ringan sebelum kisah epik para Smurf dimulai.
Cerita inti kemudian menghadirkan narasi mengenai empat Buku Ajaib yang menjaga keseimbangan alam semesta. Buku-buku itu menjadi incaran Aliansi Penyihir Jahat yang berniat menyebarkan kegelapan. Namun, tiga Smurf berhasil menyelamatkan salah satunya, yakni Jaunty Grimoire.
Di Desa Smurf, suasana meriah terasa dengan tarian dan nyanyian yang dipimpin Papa Smurf serta Smurfette. Namun, tidak semua bahagia. Seorang Smurf bernama “Si Tanpa Nama” merasa berbeda karena belum menemukan bakat istimewanya.
Baca Juga: Elio: Petualangan Bocah Kesepian Menjadi Duta Bumi di Tengah Galaksi
Saat menyendiri, ia mengungkapkan keinginannya untuk menjadi spesial. Jaunty Grimoire mendengar keluh kesah itu dan memberinya kekuatan sihir. Si Tanpa Nama pun percaya bahwa ia akhirnya menemukan bakatnya.
Meski bersemangat, Papa Smurf memperingatkan bahaya sihir tersebut. Ketakutan itu terbukti benar ketika kekuatan sihir Si Tanpa Nama menarik perhatian penyihir jahat Razamel, adik Gargamel. Razamel kemudian menculik Papa Smurf.
Smurf lain panik dan menduga Gargamel sebagai pelaku. Si Tanpa Nama bahkan membuka portal untuk menyeret Gargamel dan kucingnya, Azrael, ke Desa Smurf. Namun, Gargamel bersumpah tidak terlibat. Tak lama kemudian, portal misterius menyedot beberapa Smurf ke Paris.
Baca Juga: Film Honey Don’t!: Kisah Gelap Detektif Swasta, Gereja Sesat, dan Jaringan Narkoba
Di kota itu, mereka bertemu kelompok Smurf internasional yang dipimpin Moxie. Bersama Moxie, mereka mencari Ken, saudara Papa Smurf. Ken awalnya enggan terlibat karena trauma masa lalu, tetapi akhirnya bergabung setelah diyakinkan Smurfette.
Perjalanan mereka penuh rintangan. Upaya menuju kastil Razamel justru membuat mereka terlempar ke pedalaman Australia, tempat makhluk Snooterpoot tinggal. Pemimpin mereka, Mama Poot, kemudian ikut membantu melawan Razamel.
Konflik semakin intens ketika Razamel merebut Jaunty Grimoire dari Si Tanpa Nama dan mengubahnya menjadi jahat. Untungnya, Gargamel yang merasa dikhianati adiknya justru menyelamatkan para Smurf.
Baca Juga: The Naked Gun: Liam Neeson Hidupkan Komedi Aksi Absurd dengan Kisah Frank Drebin Jr
Rahasia besar terungkap: sahabat mereka, Ron, hilang ke dalam portal ciptaan Razamel bertahun lalu. Fakta ini membuat Smurf semakin bersemangat melawan penyihir jahat tersebut.
Pertempuran besar terjadi di markas Aliansi Penyihir Jahat. Razamel mengkhianati sekutunya dan mencoba menyerap energi para Smurf. Namun, strategi Smurfette berhasil membuat mereka merebut kembali buku itu.
Dalam pelarian lintas dimensi, para Smurf berubah wujud menjadi berbagai bentuk unik, mulai dari figur tanah liat, gambar stik, karakter 8-bit, hingga prajurit anime. Namun, Razamel berhasil mengejar mereka kembali ke Desa Smurf.
Saat semuanya tampak berakhir, Si Tanpa Nama menemukan kekuatan sejatinya. Tanpa bantuan buku, ia mampu membangkitkan Smurf lain dan mengalahkan Razamel. Momen itu membuat Papa Smurf akhirnya menamainya sebagai “Smurf Ajaib”.
Kejutan muncul ketika Ron berhasil kembali dari dimensi lain dalam keadaan selamat. Pertemuan ini menghadirkan suasana haru sekaligus bahagia bagi semua Smurf.
Cerita ditutup dengan pesta besar di Desa Smurf, tempat semua makhluk merayakan kemenangan dan persahabatan.
Baca Juga: Film Yohanna: Laura Basuki Raih Best Actress di Asian Film Festival 2025 Lewat Peran Menggugah
Sementara itu, Razamel terdampar di dimensi asing dan menjadi mainan makhluk raksasa. Gargamel justru mengambil alih kastil bersama Azrael, menandakan masih ada peluang petualangan baru di masa depan.
Film Smurfs (2025) menghadirkan kombinasi komedi, fantasi, dan petualangan penuh warna. Cerita ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan tentang persahabatan, keberanian, dan menemukan jati diri.
