PEPO.id — Kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong, dipastikan tetap menjadi pusat aktivitas masyarakat sepanjang bulan suci Ramadhan.
Meski Car Free Day (CFD) ditiadakan sementara, Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan skema khusus agar pelaku UMKM dan pedagang kaki lima tetap bisa berjualan selama 30 hari penuh.
Kebijakan ini memungkinkan pedagang membuka lapak sejak sore hari saat ngabuburit, berlanjut hingga waktu berbuka puasa, selesai salat tarawih, bahkan menjelang sahur.
Dengan durasi operasional yang lebih panjang, ruang usaha bagi ekonomi kecil justru semakin luas.
Baca Juga: Fokus Pemerataan, Bupati Bogor Bangun Ratusan Kilometer Jalan Selama Setahun Menjabat
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, keputusan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pada pelaku ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, Ramadhan selalu menjadi momentum penting dalam perputaran ekonomi lokal.
“Kami ingin memastikan UMKM tetap punya ruang usaha selama Ramadhan. Walaupun CFD tidak digelar, aktivitas ekonomi di Tegar Beriman tetap berjalan dengan tertib dan teratur,” ujarnya.
Rudy menilai, keberlangsungan aktivitas ekonomi rakyat tidak boleh terhenti hanya karena penyesuaian agenda rutin seperti CFD.
Justru pada bulan Ramadhan, potensi transaksi masyarakat meningkat signifikan, terutama di sektor kuliner dan kebutuhan berbuka puasa.
Baca Juga: 422 Ribu Warga Rentan Diintervensi, Bupati Bogor Fokus Pengentasan Kemiskinan Sepanjang 2025
“Dari ngabuburit, buka puasa, sampai selesai tarawih bahkan menuju sahur, semua bisa dimanfaatkan. Kita ingin ekonomi rakyat terus bergerak,” tambahnya.
Sejumlah pedagang menyambut kebijakan tersebut dengan optimisme. Kepastian bisa berjualan selama satu bulan penuh dinilai memberi stabilitas usaha dibandingkan hanya mengandalkan momentum tertentu.
Salah satu pelaku UMKM kuliner mengaku lebih tenang karena pembeli mengetahui lokasi yang tetap dan jadwal operasional yang konsisten. Kondisi itu diyakini dapat meningkatkan omzet dibandingkan hari-hari biasa.
Selain menjadi pusat pergerakan ekonomi, kawasan Tegar Beriman juga diproyeksikan sebagai ruang interaksi sosial masyarakat selama Ramadhan.
Warga dapat menikmati suasana berburu takjil, berbuka bersama keluarga, hingga melaksanakan ibadah tarawih tanpa harus berpindah lokasi jauh.
Pemerintah daerah tetap mengingatkan para pedagang untuk menjaga kebersihan, ketertiban, serta mematuhi aturan penataan yang telah ditetapkan.
Kenyamanan pengunjung menjadi prioritas agar kawasan tersebut tetap tertib dan representatif sebagai ruang publik.
Ramadhan tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga momentum kebangkitan UMKM Kabupaten Bogor.
Dukungan masyarakat dengan berbelanja langsung di lapak-lapak lokal menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi daerah.
Dengan skema ini, Tegar Beriman bukan sekadar kawasan pemerintahan, melainkan pusat aktivitas sosial dan ekonomi yang hidup sepanjang bulan suci.***



