PEPO.id — Bupati Bogor Rudy Susmanto memprioritaskan penataan kawasan Parung sebagai bagian dari pembenahan wilayah strategis di Kabupaten Bogor.

Penataan difokuskan pada penertiban pedagang kaki lima (PKL) sekaligus peningkatan kualitas fasilitas publik tanpa mengganggu aktivitas ekonomi warga.

Langkah ini menjadi bagian dari program penataan wilayah yang dilakukan secara bertahap, menyasar titik-titik dengan tingkat kepadatan tinggi dan aktivitas ekonomi yang intens.

Di kawasan Pasar Parung, pemerintah mulai mengarahkan para pedagang kaki lima untuk menempati area resmi yang dikelola PD Pasar Tohaga.

Baca Juga: Musrenbang Jabar 2027, Rudy Susmanto Optimistis Kabupaten Bogor Jadi Pusat Pertumbuhan Baru di Jawa Barat

Penataan ini bertujuan menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung dan pelaku usaha.

Rudy Susmanto menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan, bukan sekadar penertiban semata.

“Penataan ini bukan untuk menggusur pedagang, tetapi untuk menata agar lebih rapi dan tertib. Di beberapa lokasi, pedagang tetap berada di tempat yang sudah ada dengan perbaikan fasilitas. Sementara di titik tertentu, kami lakukan penataan ulang dengan menyiapkan lokasi pengganti yang lebih layak,” ujarnya.

Selain penataan PKL, pembenahan di Parung juga mencakup peningkatan infrastruktur dasar, terutama akses jalan dan fasilitas pendukung lainnya.

Baca Juga: Proyek PSEL TPA Galuga Segera Dimulai, Rudy Susmanto Dorong Solusi Sampah Berkelanjutan

Pemerintah daerah berupaya memastikan kawasan tersebut dapat berfungsi lebih optimal sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Rudy, penataan ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang layak, sejalan dengan kontribusi masyarakat melalui pajak.

“Kami memahami harapan masyarakat akan infrastruktur yang memadai. Perbaikan terus kami lakukan secara bertahap, mengingat luasnya wilayah Kabupaten Bogor yang terdiri dari 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan, serta jumlah penduduk yang sangat besar,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat agar proses penataan berjalan lancar dan memberikan dampak jangka panjang.

“Kami mohon dukungan dari semua pihak. Tantangan yang dihadapi cukup besar, namun dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan Kabupaten Bogor yang lebih baik,” pungkasnya.***