PEPO.id — Pemerintah Kabupaten Bogor memosisikan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai instrumen strategis dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa upaya mengangkat derajat kesejahteraan keluarga kurang mampu tidak dapat dilepaskan dari penyediaan tempat tinggal yang aman, sehat, dan beradab.
Atas dasar filosofi tersebut, Pemkab Bogor membidik target besar untuk memperbaiki sekitar 13 ribu hingga 14 ribu unit RTLH sepanjang tahun anggaran 2026.
Rudy menjelaskan, hunian yang tidak layak acap kali menjadi pemicu berbagai masalah turunan, mulai dari rentannya kesehatan keluarga, rendahnya produktivitas ekonomi warga, hingga tingginya risiko sosial pada anak-anak. Oleh sebab itu, intervensi pada pemukiman warga miskin diprioritaskan sejajar dengan program kesehatan dan pendidikan.
Baca Juga: Ada 10 Hari Tambahan, Rudy Susmanto Minta Data Sensus Ekonomi Bogor Segera Disempurnakan
"Kesejahteraan keluarga berawal dari rumah yang mereka huni setiap hari. Pembenahan rumah tidak layak huni ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan investasi sosial untuk memastikan keluarga pra-sejahtera di Kabupaten Bogor memiliki tempat tinggal yang layak demi meningkatkan kualitas hidup mereka," tegas Rudy Susmanto di Cibinong, Selasa (1/9/2026).
Akselerasi pengentasan kemiskinan berbasis hunian ini mendapat angin segar melalui kucuran Bantuan Bedah Rumah dari pemerintah pusat sebanyak 10.000 unit.
Sementara itu, Pemkab Bogor melengkapi intervensi tersebut melalui alokasi APBD murni sebesar 1.750 unit, dengan skema penambahan hingga 2.750 unit jika ketersediaan kas daerah memungkinkan.
Baca Juga: APBD Perubahan 2026 Dibahas, Rudy Susmanto Tekankan Transparansi dan Ketepatan Sasaran
Rudy optimistis eksekusi masif pada empat bulan terakhir 2026 ini akan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan persentase penduduk miskin di Kabupaten Bogor.
"Dengan luas wilayah dan jumlah penduduk 6,1 jiwa, tantangan kemiskinan memang besar. Namun, ketika pemerintah hadir menjamin tempat tinggal yang layak, kita sedang membuka jalan bagi keluarga miskin untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi," pungkasnya.***



