PEPO.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berkomitmen meruntuhkan tembok ketimpangan pembangunan yang selama ini membayangi wilayah pelosok.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa alokasi anggaran daerah mulai periode 2026 tidak boleh lagi terkonsentrasi di kawasan pusat pemerintahan atau perkotaan saja, melainkan wajib menjangkau secara merata ke poros barat, timur, utara, hingga selatan Bogor.
Langkah ini diambil guna mengakomodasi hak-hak dasar 6,1 juta jiwa penduduk Kabupaten Bogor yang tersebar di wilayah geografis yang amat luas.
Baca Juga: Sidak RSUD Ciawi, Jaro Ade Minta Administrasi Berbelit Tak Boleh Halangi Penanganan Pasien Kritis
Rudy menilai, ketimpangan aksesibilitas antara perkotaan dan perdesaan merupakan akar dari masalah ekonomi, pendidikan, serta kesehatan.
Oleh sebab itu, Pemkab Bogor mematok target besar untuk merampungkan seluruh perbaikan jalan dan bangunan sekolah rusak di wilayah-wilayah pinggiran paling lambat pada kurun waktu 2027 hingga 2028.
"Pembangunan tidak boleh hanya dirasakan oleh warga yang tinggal di perkotaan. Poros barat, timur, utara, dan selatan Kabupaten Bogor memiliki hak yang sama. Konektivitas antarwilayah adalah kunci agar dampak pembangunan bisa langsung dirasakan oleh seluruh masyarakat," tegas Rudy Susmanto di Cibinong, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Utamakan Kesehatan dan Pendidikan, Bupati Bogor Pangkas Belanja Daerah Non-Prioritas
Menurut Rudy, jaringan jalan di kawasan pelosok ibarat urat nadi dalam tubuh manusia. Ketika akses jalan di perbatasan atau desa terpencil dalam kondisi prima, maka arus perekonomian warga, distribusi hasil pertanian, hingga mobilitas anak-anak menuju sekolah akan bergerak lancar tanpa hambatan biaya logistik yang mahal.
Meskipun pada 2025 lalu Pemkab Bogor telah menuntaskan pembangunan sekitar 516 kilometer jalan kabupaten dan desa, Rudy mengakui capaian tersebut masih belum menyentuh seluruh sudut wilayah.
Oleh karena itu, melalui pendekatan keadilan geografis, anggaran infrastruktur akan digeser untuk memprioritaskan titik-titik terisolasi.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Umara dan Ulama, Jaro Ade Minta Doa Kiai untuk Kelancaran Program Daerah
Guna memastikan alokasi dana tepat sasaran, Pemkab Bogor mengoptimalkan program "Kami Mendengar" dengan menerjunkan tim langsung ke pelosok-pelosok desa untuk mencatat kondisi sekolah dan jalan rusak secara faktual.
"Bogor harus maju bersama tanpa ada wilayah yang tertinggal. Target kita jelas, sekolah dan jalan rusak tuntas 2027–2028 agar keadilan pembangunan benar-benar berdiri tegak di seluruh bumi Tegar Beriman," pungkasnya.***



