PEPO.id - Gunung Merbabu berada 3.145 meter di atas permukaan laut dan lerengnya terbagi menjadi empat zona. Lereng barat terletak di Kabupaten Magelang dan lereng timur terletak di Kabupaten Boyolali.

Lereng utara terletak di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang. Ada tiga jalur pendakian yang tersedia dari Gunung Merbabu, yakni lewat Kopeng Thekelan, jalur Wekas, dan jalur Kopeng Cunthel.

Peristiwa itu terjadi saat seorang pendaki sedang melewati jalur Kopeng Thekelan. Para pendaki sudah sangat familiar dengan jalur ini. Hari itu, ia dan enam temannya sedang menjelajahi Gunung Merbabu.

Baca Juga: Pengakuan Fatra Ardianata Pemeran Film Dewasa Soal Adegan Syur: Itu Semua Hanya Trik

Setelah sampai di Gunung Merbabu, ia memutuskan untuk istirahat dan berfoto.

Namun timnya yang bersiap melanjutkan perjalanan diberi kesempatan melakukan pendakian lebih awal.

Akhirnya, pendaki terlalu lama terobsesi dengan fotografi dan menyadari bahwa dirinya telah ditinggalkan oleh teman-temannya.

Dia kemudian memutuskan untuk mengejar mereka. Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan seorang pendaki wanita yang juga mengaku sedang solo pendakian ke puncak.

Baca Juga: Makanan dan Minuman yang Bisa Menyembuhkan Sakit Kepala, Salah Satunya Pisang

Akhirnya, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan bersama-sama. Sambil berbincang, perjalanan mereka terhambat oleh cuaca buruk.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk istirahat dan bermalam di satu tempat. Keesokan paginya, pendaki wanita tersebut bangun dan meminta izin untuk melanjutkan perjalanan lebih awal.

Pria itu baru bangun beberapa jam kemudian. Dirinya terbangun dengan kaget karena badannya tidur dekat tepi tebing.

Dia pun bergegas membereskan barang dan menyusul temannya di puncak. Dalam perjalanan dia melihat tas yang masih terlihat penuh dan tidak ada jejak pendaki lain di sekitarnya.

Baca Juga: Kisah Mistis Gunung Ungaran Semarang, Banyak Pendaki Diganggu Penampakan Makhluk Gaib

Dia mengira bahwa itu adalah ransel milik pendaki wanita yang sudah berangkat tadi pagi.

Dia pun membawa bersamanya. Ketika sampai puncak, dia bingung ketika timnya mengaku tidak ada orang yang sampai ke puncak selain mereka.

Dia pun berpikir bahwa wanita itu menyerah dan turun. Akhirnya ransel itu dibawa serta ketika menyelesaikan ekspedisinya.

Dia bermaksud mengembalikan ransel itu, karena terdapat alamat yang tergantung di sisinya. Bersama beberapa orang dari tim, dia akhirnya menemukan rumah pendaki wanita itu.

Baca Juga: 5 Hal yang Bisa Menekan Risiko Katarak, Lindungi Mata dari Paparan UV

Dia bertemu dengan ibu dari pendaki wanita itu. Namun, bukannya diterima dengan kebahagiaan, tapi air mata menetes dari sang ibu.

Dibawalah pria dan timnya ke belakang rumah dan terdapat satu batu nisan yang bertuliskan nama pendaki wanita itu.

Pendaki itu ternyata telah hilang selama tiga tahun dan tidak pernah ditemukan jasadnya.***