PEPO.id - Osteoartritis (OA) merupakan jenis peradangan sendi kronis yang paling sering dijumpai, terutama pada kalangan usia lanjut. Kondisi ini menyebabkan penurunan fungsi sendi, disertai nyeri, kaku, dan pembengkakan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Osteoartritis dapat menyerang hampir seluruh sendi tubuh, namun yang paling sering terkena adalah sendi pada tangan, lutut, dan pinggul. Dalam kasus yang parah, penderita bahkan mengalami kesulitan bergerak hingga tak mampu melakukan aktivitas ringan.

Secara umum, osteoartritis sering dikaitkan dengan proses degeneratif karena semakin memburuk seiring waktu. Meski gejalanya mirip dengan rheumatoid arthritis, penyebab kedua penyakit ini sangat berbeda.

Baca Juga: Terapkan Beberapa Hal Ini Untuk Menjaga Kesehatan Sendi Lutut Agar Kuat di Usia Tua

Rheumatoid arthritis adalah gangguan autoimun yang terjadi ketika sistem imun tubuh keliru menyerang jaringan lunak di sekitar sendi, mengakibatkan radang dan akumulasi cairan. Sebaliknya, osteoartritis disebabkan oleh kerusakan tulang rawan secara bertahap.

Tulang rawan berfungsi melindungi ujung tulang dan memungkinkan gerakan sendi yang lancar. Bila rusak, tulang akan saling bergesekan, menyebabkan nyeri dan iritasi pada jaringan di sekitarnya.

Beberapa faktor risiko diketahui meningkatkan kemungkinan terkena osteoartritis. Di antaranya:

Baca Juga: Tips Mengatasi Nyeri Sendi Dengan Bahan Alami, Dijamin Ampuh dan Mudah Ditemui di Rumah

1. Usia
Semakin tua usia seseorang, semakin tinggi risiko mengalami kerusakan sendi yang mengarah pada osteoartritis.

2. Cedera Sendi
Riwayat cedera seperti terkilir atau ligamen robek dapat memicu OA di kemudian hari.

3. Penggunaan Sendi yang Sama Berulang Kali
Melakukan aktivitas atau pekerjaan dengan gerakan sendi yang berulang-ulang dapat meningkatkan kemungkinan terkena osteoartritis.

Baca Juga: Cara Mencegah Penyakit Asam Urat, Salah Satunya Perbanyak Minum Air Putih

4. Jenis Kelamin
Wanita diketahui lebih rentan mengalami osteoartritis, terutama setelah usia 40 tahun.

5. Obesitas
Kelebihan berat badan menambah beban pada persendian, khususnya di bagian lutut dan pinggul.

6. Kelemahan Otot
Otot yang lemah tak mampu menopang sendi dengan baik, sehingga lebih mudah rusak.

Baca Juga: Manfaat Daun Sirsak untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Mengobati Asam Urat

7. Genetik
Memiliki anggota keluarga yang menderita osteoartritis bisa memperbesar peluang seseorang untuk terkena penyakit yang sama.

Tanda-tanda khas osteoartritis antara lain adalah rasa sakit, kekakuan, dan kesulitan dalam bergerak. Berdasarkan lokasi, penderita bisa mengalami:

1. Nyeri Lutut
Rasa sakit muncul saat berjalan naik-turun tangga. Biasanya mengenai kedua lutut, kecuali dipicu oleh cedera tertentu.

Baca Juga: Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Asam Urat di Tangan

2. Sakit Pinggul
Nyeri muncul saat menggerakkan sendi pinggul, seperti saat mengenakan sepatu atau naik mobil.

3. Nyeri di Tangan
Biasanya, rasa sakit muncul di bagian pangkal ibu jari, sendi tengah, atau ujung jari. Kondisi ini bisa menyebabkan pembengkakan, nyeri, hingga jari membelok ke arah samping.

Gejala lain meliputi pembengkakan sendi, sensasi berderak saat digerakkan, hingga pengecilan otot di sekitar sendi.

Baca Juga: Cara Mudah Menurunkan Asam Urat Menggunakan Bahan Alami, Dijamin Ampuh dan Manjur

Untuk menegakkan diagnosis osteoartritis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan tambahan seperti X-ray, MRI, tes darah, hingga analisis cairan sendi. Prosedur artroskopi mungkin dilakukan bila dibutuhkan.

Perawatan osteoartritis fokus pada pengurangan gejala dan perbaikan fungsi sendi. Penanganan bisa berupa olahraga, pemberian obat pereda nyeri, serta terapi pendukung seperti kompres atau alat bantu gerak.

Beberapa jenis pengobatan yang umum digunakan antara lain parasetamol, NSAID, krim kapsaisin, obat steroid, hingga suntikan intra-artikular untuk kasus berat.

Baca Juga: 5 Manfaat Berjemur di Pagi Hari: Dari Kesehatan Mental hingga Perlindungan Tulang

Tindakan pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga berat badan ideal, menghindari cedera, memakai sepatu penyangga, serta rutin berolahraga untuk memperkuat otot dan sendi.

Jika gejala semakin parah hingga mengganggu aktivitas, sendi terasa panas, atau tampak cacat, maka sebaiknya segera periksa ke dokter. Pemeriksaan sejak dini penting untuk mencegah kerusakan sendi yang lebih serius.